Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk senantiasa meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW: Siddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathonah (cerdas)," kata Prof. Rokhmin Dahuri, Selasa (25/8/2026).
Prof. Rokhmin menyampaikan pesan tersebut dalam tausiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan dan meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan itu mengatakan, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW relevan untuk diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam upaya membangun bangsa yang adil, makmur, mandiri, dan bermartabat.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2001-2004 tersebut menekankan di tengah ikhtiar besar membangun Indonesia, nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan kasih sayang yang diajarkan Nabi Muhammad SAW harus menjadi kompas moral bagi seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, keteladanan tersebut menjadi semakin penting bagi para pemimpin dan pejabat publik yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan amanah masyarakat.
Prof. Rokhmin menilai kejujuran dan kecerdasan tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab serta keberpihakan kepada kebenaran. Empat sifat Rasulullah SAW, yakni Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah, dapat menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
"Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat tali silaturahmi, membumikan etika dalam bekerja, serta meningkatkan kontribusi nyata demi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, mandiri, dan bermartabat," ajaknya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong umat Islam untuk mengimplementasikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Di akhir tausiyahnya, Prof. Rokhmin menyampaikan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat Islam di tanah air. Ia berharap peringatan Maulid tahun ini membawa keberkahan sekaligus semakin memperkuat persatuan bangsa.
"Semoga keberkahan, kedamaian, dan persatuan senantiasa menaungi Bangsa Indonesia," pungkasnya.

















































































