Jakarta, Gesuri.id - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Wonosobo, Jawa Tengah, menyerahkan sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) kepada 19 pelaku usaha pariwisata di kabupaten setempat.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, Selasa (10/2), menyampaikan penyerahan sertifikat CHSE menjadi bagian dari komitmen mewujudkan pariwisata yang berkualitas, aman, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus berstandar nasional.
Sertifikat CHSE merupakan jaminan bahwa usaha dan destinasi pariwisata telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan, sehingga mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Ia menegaskan pentingnya sertifikasi, khususnya bagi sektor pariwisata yang menjadi salah satu unggulan daerah.
Sertifikasi CHSE ini penting agar kita bisa menjadi rujukan sebagai daerah tujuan wisata yang berkualitas. Kepada para pelaku usaha yang telah lolos sertifikasi, saya ucapkan selamat dan sukses, semoga ke depan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat daya saing, serta mendorong pertumbuhan pariwisata Wonosobo yang berkelanjutan," katanya.
Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo Fahmi Hidayat, menjelaskan sertifikasi CHSE merupakan standar dasar yang sangat penting dalam ekosistem kepariwisataan.
"CHSE adalah fondasi, cleanliness berarti kebersihan, health kesehatan, safety keselamatan, dan environmental sustainability adalah kelestarian lingkungan. Ini adalah standar dasar yang harus dimiliki pelaku usaha pariwisata," katanya.
Menurut dia, sebagai kota pariwisata, tata kelola pariwisata Wonosobo harus diatur dengan baik. Mulai dari hotel, homestay, restoran hingga jasa pariwisata lainnya diharapkan memiliki sertifikasi tersebut.
"Dengan adanya sertifikasi, wisatawan akan mendapatkan layanan yang benar, harga yang wajar, serta pengalaman berwisata yang baik. Tanpa standar, berpotensi menimbulkan ketidakpuasan wisatawan," katanya.
Ia menyebutkan, jumlah pendaftar sertifikasi CHSE sebenarnya mencapai hampir 30 pelaku usaha. Namun setelah melalui proses seleksi administrasi dan penilaian ketat, hanya 19 pelaku usaha yang dinyatakan lolos dan menerima sertifikat pada tahap ini.
"Proses sertifikasi ini tidak mudah dan tidak murah. Penilaiannya sangat ketat. Meski demikian, capaian 19 pelaku usaha ini terbilang tinggi dibandingkan kabupaten lain," katanya.
Disparbud Wonosobo juga berkomitmen untuk mendorong pelaku usaha yang telah bersertifikat agar naik ke level sertifikasi yang lebih tinggi, terutama untuk menyasar wisatawan kelas menengah ke atas yang sangat memperhatikan standar dan legalitas usaha.

















































































