Ikuti Kami

Aria Bima: Bermufakat Jauh Lebih Penting dan Bermakna Ketimbang Votting

Namun disayangkan penerapan nilai itu sudah semakin luntur.

Aria Bima: Bermufakat Jauh Lebih Penting dan Bermakna Ketimbang Votting
Wakil Ketua Komis II DPR RI, Aria Bima, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kantor DPC PDI Perjuangan Solo, Minggu (26/4/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komis II DPR RI, Aria Bima, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kantor DPC PDI Perjuangan Solo.

Dalam kesempatan itu Aria Bima membedah nilai-nilai luhur Pancasila. Salah satunya ide atau pemikiran Ir Soekarno tentang pentingnya mufakat dalam berdemokrasi.

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Solo itu, bermufakat jauh lebih penting dan bermakna ketimbang votting atau pemungutan suara. Namun disayangkan penerapan nilai itu sudah semakin luntur.

Perbedaan pendapat seringkali diselesaikan dengan pendekatan votting. "Saya ingatkan kembali, kita harus benar-benar menjiwai pemikiran-pemikiran Bung Karno. Boleh votting, tapi itu seharusnya menjadi jalan paling akhir," ujar dia, dikutip Rabu (29/4/2026).

Aria Bima lantas mencontohkan agenda penentuan struktur pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan, ranting dan anak ranting. Menurut dia setiap kader PDI Perjuangan harus mendasarkan pada semangat mufakat.

Kepentingan organisasi dan rakyat harus di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Salah satu upaya mewujudkan kepentingan bersama, struktur pengurus PAC PDI Perjuangan Solo akan mengakomodasi tujuh unsur penting.

Tujuh unsur itu yakni senioritas, kuota perempuan, anak muda, penguasaan media sosial (medsos), unsur kebhinekaan, multi etnis, dan pemerataan teritorial. Dengan kebijakan itu diharapkan organisasi bisa berjalan optimal.

Aria Bima juga mengingatkan pentingnya semangat kebersamaan sebagai sesama bangsa Indonesia. Para pendiri bangs ini telah meletakkan dasar yang baik bagi berjalannya bangsa ini.

"Indonesia didirikan untuk semua. Bukan untuk satu orang, bukan untuk satu golongan. Baik golongan bangsawan, maupun golongan orang kaya. Indonesia untuk semua. Karena kita terdiri dari banyak bangsa," tutur dia.

Menurut Aria menjadi tanggung jawab bersama untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di era kekinian. Jangan sampai generasi muda penerus bangsa tidak mengenali akar budaya maupun kebangsaannya.

Quote