Batu, Gesuri.id – Di balik gemerlap kemajuan wisata Kota Batu, realitas pahit masih membayangi sebagian warga yang tinggal di hunian tak layak huni. Terbentur ketatnya persyaratan administrasi negara, mereka kerap luput dari radar bantuan pemerintah.
Menjawab keresahan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri, menginisiasi gerakan "Berjualan" (Bedah Rumah Juang ala PDI Perjuangan).
Aksi yang berlangsung di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, pada Kamis (23/4) sore ini tampil beda. Tak ada atribut partai yang mencolok.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
Mengenakan pakaian kasual, Saifudin bersama para kader melebur langsung dengan warga demi menghapus sekat antara elite politik dan rakyat kecil.
Program rutin bulanan ini bukan sekadar memperbaiki atap yang bocor. Fokus utamanya adalah menjangkau masyarakat yang tereliminasi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akibat anomali administratif.
Saifudin Zuhri menjelaskan bahwa esensi Pancasila adalah gotong royong yang nyata, terutama bagi mereka yang terjebak dalam celah birokrasi.
"Kami mencari warga yang rumahnya tidak layak, namun tidak bisa mendapatkan bantuan APBD karena urusan administratif. Misalnya, mereka yang memiliki slip gaji namun faktanya terlilit utang, atau kondisi rumah rusak parah tapi datanya tidak sinkron," ujar pria yang akrab disapa Fudin tersebut kepada Malang Posco Media.
Senada dengan Fudin, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari, menyebut gerakan ini sebagai buffer atau penyangga bagi masyarakat yang terhimpit sistem.
Baca: Masuk Parpol di Usia 24 Tahun, Ganjar: Saya Lahir dari Ideologi
"Di saat aturan pemerintah membatasi, nurani tidak boleh terbatas. Kami hadir untuk mengisi celah itu," tegas Khamim.
Bagi Indrawati (48), salah satu penerima manfaat, perbaikan talang dan plafon rumahnya lebih dari sekadar bantuan fisik. Baginya, ini adalah soal martabat dan rasa aman.
"Alhamdulillah, perbaikan fokus di bagian yang paling rawan. Saya berharap program ini terus berjalan agar tetangga lain yang kondisinya lebih sulit juga bisa merasakan kebahagiaan ini," ungkap Indrawati haru.

















































































