Jakarta, Gesuri.id — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.
Kepulan asap tebal yang menyelimuti kawasan vegetasi tersebut tidak hanya mengancam ekosistem alam, tetapi juga mulai merusak kualitas udara dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.
Fenomena tahunan yang terus berulang ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Tak hanya berdampak pada lingkungan hidup, karhutla kali ini kembali menghidupkan alarm kewaspadaan nasional terkait ancaman krisis ekologis di pulau yang dijuluki sebagai paru-paru dunia tersebut.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Sorotan dan keprihatinan atas musibah ini juga datang dari wakil rakyat di Senayan. Anggota DPR RI, Shanty Alda Natalia, menyampaikan rasa simpati dan duka mendalamnya atas kondisi alam Kalimantan yang kian memprihatinkan akibat amukan si jago merah.
Melalui pesan terbuka yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Shanty meluapkan rasa sedihnya melihat kehancuran hutan yang kian meluas. Ia menilai krisis ini membawa dampak berantai yang sangat merugikan banyak pihak.

"Sedih hati melihat hutan Kalimantan kembali terbakar. Di balik asap, ada hutan yang terluka, satwa yang kehilangan rumah, dan masyarakat yang terdampak," tulis Shanty dalam unggahannya.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Ungkapan tersebut mencerminkan realita kelam yang dihadapi wilayah terdampak. Selain merusak keanekaragaman hayati dan mengancam habitat fauna langka, asap pekat dari karhutla berpotensi besar memicu gangguan kesehatan pernapasan (ISPA) bagi warga setempat.
Politisi tersebut menekankan bahwa Kalimantan seharusnya tidak terus-menerus terjebak dalam krisis lingkungan yang sama setiap tahunnya. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyatukan solidaritas serta memberikan dukungan moral bagi para petugas di lapangan dan warga yang terdampak.
"Kalimantan tidak seharusnya seperti ini. Semoga api segera padam, hujan segera turun, dan hutan kembali hijau. Doa kami untuk Kalimantan dan seluruh masyarakat yang terdampak," tutupnya.

















































































