Ikuti Kami

BAGUNA Harus Hadir Hadapi Ancaman Karhutla, Bang Dhin: Tanggung Jawab Sosial dan Kemanusiaan PDI Perjuangan

BAGUNA tidak hanya hadir ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga aktif dalam pencegahan, edukasi dan membantu rakyat menghadapi dampaknya.

BAGUNA Harus Hadir Hadapi Ancaman Karhutla, Bang Dhin: Tanggung Jawab Sosial dan Kemanusiaan PDI Perjuangan
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P. (foto: retorikabanua.id)

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P., menegaskan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus direspons dengan langkah nyata, cepat, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Pria yang akrab disapa Bang Dhin itu mengapresiasi langkah Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan yang turun langsung ke kawasan Bundaran Pancasila atau Tugu 17 Mei, Jalan A. Yani Kilometer 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BAGUNA membuka posko kesiapsiagaan karhutla serta membagikan masker dan vitamin C kepada pengendara yang melintas sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi potensi dampak kabut asap.

Menurut Bang Dhin, kehadiran BAGUNA merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan PDI Perjuangan untuk berada di tengah masyarakat ketika menghadapi persoalan maupun bencana.

“Saya meminta BAGUNA tidak hanya hadir ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga aktif dalam pencegahan, edukasi dan membantu masyarakat menghadapi dampaknya. Ketika masyarakat membutuhkan, kader PDI Perjuangan harus hadir dan bekerja nyata,” ujar Bang Dhin.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan per 20 Agustus 2026, tercatat 1.651 kejadian karhutla dengan 8.764 titik panas atau hotspot, sementara luas lahan terbakar mencapai sekitar 6.905 hektare. Khusus di Kabupaten Banjar, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 403 hektare.

Bang Dhin menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius karena karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan hingga transportasi.

“Yang harus kita cegah adalah jangan sampai kebakaran semakin meluas dan kabut asap mengganggu kehidupan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus diperkuat dari sekarang, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” katanya.

Ia juga meminta BAGUNA terus memperkuat koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, aparat terkait serta relawan di lapangan dalam melakukan pemantauan hotspot dan penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran.

Selain turun langsung ke lapangan, BAGUNA DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan juga akan melakukan edukasi melalui poster informasi mengenai hotspot, pemasangan spanduk imbauan serta sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat.

Bang Dhin berharap gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama menjaga Kalimantan Selatan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Karhutla bukan persoalan satu instansi atau satu kelompok. Ini tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak seluruh kader, masyarakat, pemerintah dan semua pihak untuk bergotong royong menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sedini mungkin,” pungkasnya.

Quote