Jakarta, Gesuri.id - Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengambil langkah antisipasi menyusul memburuknya kualitas udara di Kabupaten Sanggau akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia memerintahkan seluruh camat untuk tetap berada di wilayah masing-masing dan meningkatkan koordinasi dalam menangani potensi Karhutla.
“Agar para Camat tetap berada ditempat dan koordinasikan dengan Forkompincam, kades dan stakeholder lainnya terkait Karhutla di daerahnya masing-masing,” perintah Bupati dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (22/8/2026).
Yohanes juga meminta para camat mengambil peran aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla di wilayah masing-masing. Selain melakukan pencegahan, para camat diminta terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan perkembangan penanganan dapat dilaporkan secara berkala.
“Saya minta para Camat melaporkan perkembangan harian terkait kondisi Karhutla di wilayahnya masing-masing kepada Bupati Sanggau,” tulisnya.
Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari langkah pemerintah daerah memperkuat pengawasan dan penanganan Karhutla. Koordinasi antara camat, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala desa, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk mempercepat respons apabila ditemukan titik kebakaran.
Selain persoalan Karhutla, kondisi kabut asap juga menjadi perhatian karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah.
“Saya minta aparatur Pemerintah hingga dilevel paling bawah menyosialisasikan ini, gunakan masker kalau di luar rumah,” pesannya.
Susana mengingatkan penggunaan masker diperlukan mengingat paparan kabut asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat diminta dilakukan hingga tingkat pemerintahan paling bawah.
Pemerintah daerah juga mendorong aparatur untuk menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat agar kewaspadaan terhadap dampak kabut asap semakin meningkat. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kualitas udara memburuk.
Namun, berdasarkan pantauan di sejumlah pusat keramaian dan hiburan di Kota Sanggau, seperti Pasar Sentral, masih ditemukan masyarakat yang belum menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan sosialisasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Sanggau. Di sisi lain, upaya pencegahan dan penanganan Karhutla terus didorong agar sumber asap dapat segera dikendalikan.

















































































