Ikuti Kami

Danang Maharsa Tegaskan Pancasila Harga Mati, Ratusan Pendidik Perkuat Ideologi Bangsa

Danang menegaskan bahwa di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, Pancasila merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar lagi.

Danang Maharsa Tegaskan Pancasila Harga Mati, Ratusan Pendidik Perkuat Ideologi Bangsa
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Sleman, Gesuri.id – Sebanyak 300 tenaga pendidik di Kabupaten Sleman mengikuti Sosialisasi Penguatan Materi Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila di Pendopo Parasamya, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Kamis (7/5). 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam membumikan nilai-nilai ideologi nasional demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang hadir secara langsung menyambut positif dipilihnya Sleman sebagai lokasi penguatan ideologi ini.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Danang menegaskan bahwa di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, Pancasila merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar lagi.

“Pancasila adalah harga mati sebagai alat pemersatu bangsa yang terdiri dari ribuan suku dan bahasa. Pancasila tidak hanya sekadar dasar negara, tetapi juga ideologi, pandangan hidup, sekaligus pedoman dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Danang.

Danang menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki komitmen kuat dalam membumikan nilai-nilai luhur tersebut. Ia berharap penguatan ideologi ini tidak berhenti pada seremonial sosialisasi semata, melainkan harus bertransformasi menjadi aksi nyata di berbagai sektor.

“Saya harap pembinaan hari ini dapat terus ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan masyarakat, pendidikan karakter, dan penguatan nilai kebangsaan secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Deputi Bina Ideologi Pancasila serta perwakilan dari Kemendikdasmen dan Kemendagri. 

Kepala instansi pembina ideologi tersebut, Yudian Wahyudi, menjelaskan bahwa BTU Pendidikan Pancasila yang diluncurkan sejak 2023 dirancang secara komprehensif oleh 450 pakar.

Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo

Buku tersebut memiliki komposisi unik, yakni 30 persen aspek pengetahuan dan 70 persen aspek aktualisasi. Hal ini bertujuan agar nilai-nilai luhur bangsa tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sleman dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena posisinya yang strategis sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan. Diharapkan, kabupaten ini mampu menjadi representasi percontohan (role model) dalam implementasi nilai-nilai Pancasila di tingkat nasional.

Quote