Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, mengapresiasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang kembali menempati posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun berturut-turut. Berdasarkan laporan Brand Finance Indonesia 100 2026, nilai merek BRI mencapai USD6,9 miliar.
“Capaian ini patut diapresiasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kekuatan BRI sebagai merek perbankan nasional dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi rakyat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar Darmadi, dikutip Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap BRI sekaligus menunjukkan pentingnya peran perbankan nasional dalam mendukung perekonomian Indonesia.
Ia menilai, penguatan nilai merek perlu berjalan seiring dengan kinerja bisnis yang sehat, peningkatan kualitas layanan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, reputasi perusahaan tidak hanya tercermin dari besarnya nilai merek, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan nasabah dan pelaku usaha.
Darmadi mengatakan, BRI memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan dan meningkatkan akses pembiayaan, terutama bagi UMKM. Dengan jangkauan layanan yang luas, BRI dinilai memiliki peluang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan memperkuat daya saing di tengah dinamika ekonomi global.
Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik, inovasi layanan, dan komitmen terhadap keberlanjutan. Menurutnya, kepercayaan publik yang menjadi fondasi reputasi perusahaan perlu dijaga melalui konsistensi kinerja dan pelayanan.
Dalam laporan Brand Finance Indonesia 100 2026 yang sama, BRI juga mencatat Sustainability Perceptions Value (SPV) tertinggi di Indonesia, yakni sebesar USD328 juta. Capaian tersebut menggambarkan nilai persepsi publik terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan.
Darmadi berharap, pencapaian tersebut dapat menjadi momentum bagi BRI untuk terus meningkatkan kinerja, memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, serta memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bank nasional harus terus tumbuh dan semakin kompetitif. Tetapi, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya juga terletak pada seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dan bagaimana sektor perbankan mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat,” tutupnya.

















































































