Surabaya, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memprioritaskan konsolidasi organisasi dan penguatan kerja kerakyatan untuk menghadapi Pemilu 2029.
Partai berlambang banteng moncong putih itu memilih memusatkan perhatian pada penguatan struktur, evaluasi kinerja kader, serta pendampingan masyarakat ketimbang mempersoalkan kabar perpindahan mantan kader ke partai lain.
Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Armuji menegaskan, partainya tetap fokus menjalankan agenda organisasi dan memperkuat kerja politik di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan seusai rapat internal Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Surabaya, Rabu (14/10/2026).
Armuji yang juga Wakil Wali Kota Surabaya mengaku belum menerima informasi resmi mengenai kabar pengunduran diri maupun perpindahan sejumlah mantan kader.
“Kita belum dapat kabar dari mereka,” ujar Armuji.
Ia menegaskan, dinamika politik perseorangan tidak akan mengalihkan perhatian partai dari agenda konsolidasi dan peningkatan kinerja kader.
“Enggak ada kabar, kita enggak terlalu ngurusi masalah itu. Ngapain diurusi,” tegasnya.
Menurut Armuji, rapat internal fraksi merupakan agenda rutin untuk mengevaluasi kinerja anggota legislatif PDI Perjuangan di DPRD Surabaya.
Evaluasi mencakup laporan dari masing-masing komisi dan perkembangan kerja internal fraksi sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan tugas wakil rakyat.
“Iya, pembahasan kinerja-kinerja fraksi. Laporan-laporan per komisi maupun internal fraksi,” ungkapnya.
Selain evaluasi kinerja, rapat tersebut membahas persiapan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan penyelesaian konsolidasi struktur partai melalui Musyawarah Ranting (Musran).
Armuji menyebut pelaksanaan Musran PDI Perjuangan Surabaya hampir rampung.
Saat ini, proses tersebut menyisakan dua daerah pemilihan (dapil), yakni dapil empat dan dapil lima, yang ditargetkan selesai dalam dua minggu berikutnya.
“Musran kan tinggal dua dapil, dapil lima dan dapil empat. Pokoknya dalam dua minggu ke depan selesai,” jelasnya.
Di tingkat akar rumput, Armuji meminta pengurus ranting dan seluruh kader terus memperkuat kehadiran di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengurus ranting memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan warga dan memahami persoalan di lingkungan masing-masing.
Ia menekankan, kader tidak cukup hanya menjalankan agenda organisasi.
Mereka harus mampu mendengar keluhan, mendampingi warga, dan membantu mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Ya, kita kerja ke bawah tugas partai. Pengurus ranting yang selalu berdekatan dengan masyarakat di bawah, mereka harus bisa memberikan suatu solusi bila ada persoalan-persoalan di sekitarnya maupun diminta tolong warga yang membutuhkan,” pesannya.
Armuji menambahkan, pengurus ranting dapat berkoordinasi dengan kader PDI Perjuangan yang duduk di lembaga legislatif tingkat kota maupun provinsi untuk mengawal persoalan warga sesuai kewenangan masing-masing.
“Karena kita kan punya banyak perwakilan, baik itu di DPRD kota maupun di DPRD Provinsi,” tambahnya.
Konsolidasi organisasi dan penguatan kerja kerakyatan tersebut menjadi bagian dari persiapan PDI Perjuangan Surabaya menghadapi kontestasi politik mendatang.
Armuji menegaskan, partainya tetap menargetkan kemenangan pada Pemilu 2029 dengan perolehan kursi legislatif sebanyak mungkin.

















































































