Ikuti Kami

Darmadi: Tak Benar AC Impor China Banjiri Pasar Dalam Negeri

Pernyataan salah satu petinggi perusahaan elektronik bahwa pasar AC dalam negeri dibanjiri dari China, tidak sesuai kondisi di lapangan.

Darmadi: Tak Benar AC Impor China Banjiri Pasar Dalam Negeri
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menegaskan pernyataan salah satu petinggi perusahaan elektronik bahwa pasar AC dalam negeri dibanjiri dari China, tidak sesuai kondisi di lapangan.

Baca: Jokowi 3 Periode? Ada yang Lempar Batu Sembunyi Tangan

Sebelumnya, Wakil Direktur PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) Daniel Suhardiman mengatakan bahwa produk AC OEM dari China telah mengisi 80 persen pasar domestik sejak masa pandemi.

Darmadi menilai, pernyataan tersebut tidak berdasar dan patut diduga sarat akan kepentingan politik bisnis terselubung.

"Kemungkinan adanya agenda tersembunyi yang ingin membuat pemerintah untuk menghentikan impor dari China dengan tujuan agar bisa menaikkan pangsa pasarnya di Indonesia," kata Darmadi dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan setelah dilakukan pengecekan di pasar ada beberapa model perusahaan asal Jepang itu yang harganya lebih rendah dibandingkan dengan brand Jepang lainnya.

"Sehingga apabila jika ada suatu merek mengalami penurunan penjualan janganlah langsung mengatakan bahwa ini akibat harga AC impor yang lebih murah, tetapi harus dianalisa apakah strategi marketing dan penjualan yang dilakukan sudah tepat di pasar," tuturnya.

Baca: Adian Napitupulu: Tak Ada Alasan Objektif Jokowi 3 Periode!

"Apalagi, merek tersebut diketahui juga melakukan impor dari China untuk beberapa tipe AC-nya yang dijual di Indonesia," ujar Legislator dari dapil DKI Jakarta III itu.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (PERPRINDO) Iffan Suryanto menepis informasi yang mengatakan bahwa pasar AC di Indonesia adalah 80 persen didominasi oleh produk impor China. Dilansir dari tribunnewscom.

Quote