Ikuti Kami

Edi Purwanto Dorong BMKG Perkuat Infrastruktur Meteorologi Penerbangan

Ketersediaan informasi meteorologi yang akurat, tepat waktu, dan andal merupakan fondasi utama.

Edi Purwanto Dorong BMKG Perkuat Infrastruktur Meteorologi Penerbangan
Anggota Komisi V DPR RI, Dr. Edi Purwanto.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Dr. Edi Purwanto, menegaskan layanan informasi meteorologi yang akurat, tepat waktu, dan andal merupakan fondasi utama bagi keselamatan, keamanan, serta efisiensi transportasi udara nasional. Penegasan tersebut disampaikannya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten. 

“Kunjungan kerja spesifik ini kami lakukan untuk meninjau secara langsung fasilitas pendukung layanan informasi cuaca di Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta. Sebagai bandara tersibuk di Indonesia dan pintu gerbang utama penerbangan internasional, ketersediaan informasi meteorologi yang akurat, tepat waktu, dan andal merupakan fondasi utama bagi keselamatan, keamanan, dan efisiensi penerbangan,” kata Edi, dikutip Jumat (17/7/2026).

Menurut Edi, BMKG memiliki posisi strategis sebagai pemangku kepentingan utama dalam ekosistem meteorologi penerbangan. Karena itu, kualitas layanan yang telah dicapai perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan agar mampu menjawab tingginya kebutuhan sektor transportasi udara.

“Komisi V DPR RI memandang BMKG sebagai pemangku kepentingan utama dalam ekosistem meteorologi penerbangan. Kami mengapresiasi capaian BMKG, salah satunya tercermin dari nilai OPMET Indonesia yang melampaui angka 0,95. Ini menunjukkan kualitas layanan yang sangat baik,” ujarnya.

Ia berharap seluruh infrastruktur pendukung layanan meteorologi, mulai dari Terminal Doppler Weather Radar (TDWR), Automatic Weather Observing System (AWOS) Kategori III, radar cuaca, hingga sistem radiosonde, terus dipelihara dan dikalibrasi sehingga mampu memberikan layanan optimal bagi operasional penerbangan nasional.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI meninjau secara langsung ruang observasi, ruang prakiraan cuaca, serta berbagai perangkat operasional yang digunakan BMKG untuk menghasilkan dan menyebarluaskan informasi cuaca penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sementara itu, Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta merupakan salah satu stasiun meteorologi penerbangan paling lengkap di Indonesia. Stasiun tersebut berstatus sebagai Meteorological Watch Office (MWO) dan beroperasi selama 24 jam guna mendukung keselamatan penerbangan.

“Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta merupakan stasiun meteorologi yang sangat lengkap. Sebagai Meteorological Watch Office, stasiun ini memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung keselamatan penerbangan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, cepat, dan berkesinambungan,” ujar Guswanto.

Ia menjelaskan, BMKG menyediakan berbagai layanan meteorologi penerbangan, mulai dari Aerodrome Warning, SIGMET untuk cuaca ekstrem, peringatan siklon tropis, hingga informasi abu vulkanik. Seluruh informasi tersebut menjadi acuan bagi maskapai, penyelenggara navigasi penerbangan, operator bandara, layanan pencarian dan pertolongan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Guswanto, tingginya intensitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta membuat layanan meteorologi harus tersedia secara real time selama 24 jam. Sepanjang 2025, bandara tersebut melayani sekitar 1.100 pergerakan pesawat setiap hari atau rata-rata satu pergerakan setiap 1,3 menit.

Untuk mendukung layanan tersebut, BMKG mengoperasikan berbagai perangkat utama, seperti AWOS Kategori III di tiga landasan pacu, TDWR, LIDAR, Low Level Wind Shear Alert System (LLWAS), Wind Profiler, Radar Cuaca X-Band, citra satelit cuaca, hingga sistem pemodelan cuaca numerik.

“Kami terus menjaga keberlangsungan pemeliharaan seluruh peralatan meteorologi agar layanan informasi cuaca penerbangan tetap andal, akurat, dan mampu mendukung keselamatan transportasi udara nasional,” ujarnya.

Quote