Ikuti Kami

Elvi Diana: Beri Ruang Partisipasi Publik, Investasi Danantara di BEI Langkah Tepat

Danantara memang perlu mengalokasikan sebagian dana investasinya ke Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Elvi Diana: Beri Ruang Partisipasi Publik, Investasi Danantara di BEI Langkah Tepat
Anggota Bidang Ekonomi Badan Analisa, Riset dan Kebijakan Pusat DPP PDI Perjuangan, Elvi Diana CFP.

Jakarta, Gesuri.id - Konsultan dan Perencana Keuangan Elvi Diana CFP, menilai keputusan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia merupakan langkah strategis yang tepat, sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam pengelolaan investasi negara.

Menurut Anggota Bidang Ekonomi Badan Analisa, Riset dan Kebijakan Pusat DPP PDI Perjuangan itu, Danantara memang perlu mengalokasikan sebagian dana investasinya ke Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Kehadiran Danantara di pasar modal tidak hanya memperkuat likuiditas dan kepercayaan investor, tetapi juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk ikut memiliki porsi dalam lembaga pengelola investasi negara tersebut melalui mekanisme pasar saham.

“Masuknya Danantara ke BEI adalah langkah yang wajar dalam strategi diversifikasi portofolio. Di sisi lain, publik juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara tidak langsung dalam pengelolaan aset negara melalui instrumen pasar modal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2).

Sekretaris Komisi II DPRD Babel itu menegaskan, keberadaan Danantara di bursa efek pada prinsipnya tidak menjadi persoalan. Dalam mekanisme pasar saham, performa harga saham sangat ditentukan oleh kinerja fundamental dan tata kelola perusahaan (good corporate governance). 

Selama manajemen mampu menjaga kinerja keuangan yang sehat, transparansi, serta akuntabilitas yang baik, maka performa saham akan mengikuti.

“Pasar saham bekerja dengan prinsip keterbukaan dan kinerja. Jika tata kelola Danantara kuat, laporan keuangannya transparan, dan strategi investasinya prudent, maka kepercayaan investor akan terjaga,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar langkah masuk ke pasar saham tetap disertai mitigasi risiko yang komprehensif. Para analis dan manajer investasi Danantara harus memastikan setiap keputusan investasi melalui proses due diligence yang ketat, mencakup analisis fundamental, prospek industri, serta risiko makroekonomi.

Selain itu, strategi diversifikasi portofolio juga menjadi kunci untuk meminimalkan potensi kerugian akibat fluktuasi pasar.

“Diversifikasi lintas sektor dan instrumen investasi sangat penting untuk menjaga stabilitas nilai investasi. Jangan sampai konsentrasi risiko terlalu besar pada satu sektor atau satu jenis aset,” tegasnya.

Ia juga menambahkan pentingnya manajemen risiko yang adaptif terhadap dinamika global, termasuk volatilitas pasar, perubahan suku bunga, serta kondisi geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG.

Dengan perencanaan yang matang, tata kelola yang kuat, serta manajemen risiko yang disiplin, ia optimistis langkah Danantara masuk ke BEI dapat menjadi katalis positif bagi penguatan pasar modal Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan investasi negara.

Quote