Jakarta, Gesuri.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan menyentuh dalam peringatan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia menekankan bahwa momentum lebaran harus menjadi tonggak memperkuat persaudaraan nasional melalui sikap saling memaafkan.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Idulfitri menjadi momentum yang sangat penting untuk mewujudkan persaudaraan nasional melalui sikap hidup saling maaf-memaafkan," ujar Megawati dalam keterangannya, Sabtu (21/3).
Menurut Megawati, esensi Idulfitri tidak lepas dari proses penempaan diri selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Baginya, ibadah puasa bukan sekadar ritual menahan lapar dan haus, melainkan sarana untuk mengasah sisi kemanusiaan dan memperkuat integritas diri.
"Puasa tidak hanya mengasah kemanusiaan kita, puasa mempertajam suara hati nurani dan membangun tekad untuk terus berjuang bagi kebenaran, kesetaraan, dan keadilan," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan berpuasa, setiap individu diajak untuk mengedepankan sikap amar makruf nahi munkar—mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Ia berharap momen halalbihalal ini menjadi titik balik bagi rakyat Indonesia untuk menyelaraskan pikiran dan tindakan agar kembali ke fitrah sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Di akhir pesannya, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa untuk mempererat tali silaturahmi dan semangat kerja sama demi masa depan bangsa yang lebih baik.
"Mari kita saling maaf-memaafkan dan perkuat gotong royong demi kejayaan Indonesia Raya tercinta," pungkasnya.

















































































