Ikuti Kami

Ineu Purwadewi Ajak Orang Tua dan Guru Sumedang Jadi 'Benteng' Pelindung Anak

Menurutnya, regulasi yang kuat dari pemerintah tidak akan bermakna tanpa kepedulian dari lingkungan terkecil.

Ineu Purwadewi Ajak Orang Tua dan Guru Sumedang Jadi 'Benteng' Pelindung Anak
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari.

Sumedang, Gesuri.id — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Menurutnya, regulasi yang kuat dari pemerintah tidak akan bermakna tanpa kepedulian dari lingkungan terkecil.

Hal tersebut disampaikan Ineu saat menjadi pembicara dalam kegiatan Storytelling Perlindungan Anak dan Perempuan yang diinisiasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat di SDN Jatihurip, Kabupaten Sumedang, Kamis (18/6).

Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi 

Acara edukatif dan interaktif ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari peserta didik, orang tua murid, hingga para tenaga pendidik.

"Keluarga harus menjadi benteng utama dalam membangun rasa aman dan memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak sejak usia dini," ujar Ineu dalam pemaparannya.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) XI yang meliputi Subang, Majalengka, dan Sumedang ini menjelaskan bahwa berbagai bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, masyarakat wajib membekali diri dengan pemahaman hak anak dan langkah pencegahan dini.

"Perlindungan anak dan perempuan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Orang tua, sekolah, lingkungan sekitar, dan seluruh masyarakat harus hadir untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang," tegas Ineu.

Dalam kesempatan itu, Ineu juga memaparkan sejumlah Peraturan Daerah (Perda) yang telah digedok oleh Pemprov Jabar sebagai landasan hukum pencegahan kekerasan, pendampingan korban, hingga penguatan peran keluarga.

Baca: Ganjar Dikenal Akur dan Harmonis dengan Saudara Kandung

Ia menilai, sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah seperti ini sangat krusial agar instrumen hukum yang dibuat oleh DPRD benar-benar dipahami dan bisa diakses oleh masyarakat luas saat dibutuhkan.

Menariknya, kegiatan ini dikemas lewat metode storytelling (mendongeng). Melalui cara ini, para siswa sekolah dasar diajarkan dengan cara yang menyenangkan mengenai:

- Cara mengenali tindakan atau sentuhan yang berpotensi membahayakan diri.

- Pentingnya menjaga batasan tubuh.

- Keberanian untuk langsung melapor kepada orang tua atau guru jika mengalami perlakuan yang tidak semestinya dari siapapun.

Quote