Jakarta, Gesuri.id - Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, kembali menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya praktik judi online yang mulai menyasar kalangan remaja.
Itu ditegaskan Bupati Joune pada Closing Ceremony Hari Ulang Tahun ke-36 Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM serta Hari Persatuan Remaja (HPR) Sinode GMIM yang digelar di Pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah telah menerima berbagai laporan dan data yang menunjukkan meningkatnya keterlibatan remaja dalam aktivitas digital yang berpotensi merusak masa depan mereka.
“Saya tidak mengatakan bahwa game online itu sepenuhnya salah. Namun di dalamnya, seringkali terdapat konten dan ajakan yang negatif, bahkan mengarah pada praktik judi online yang sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Joune bilang, sistem dalam permainan daring tertentu kerap dirancang dengan pola yang membuat pemain merasa menang di awal, kemudian perlahan terjerat untuk mengeluarkan uang pribadi.
“Awalnya diberikan kemenangan kecil untuk menarik minat. Lama-kelamaan, ketika sudah masuk dalam sistem itu, mereka terdorong untuk terus bermain dan mengeluarkan uang sendiri. Ini yang harus kita waspadai bersama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua, pembina remaja, serta gereja dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak agar tidak terjebak dalam lingkaran aktivitas digital yang merugikan.
“Kita harus memperhatikan adik-adik remaja kita. Jangan sampai mereka terlihat baik-baik saja di rumah, tetapi sebenarnya sedang terjerumus dalam aktivitas yang merusak. Pengawasan, komunikasi, dan pembinaan iman sangat penting,” ujarnya.
Bupati berharap melalui kegiatan-kegiatan positif seperti HPR dan program pembinaan KPRS GMIM, energi dan kreativitas remaja dapat diarahkan ke hal-hal yang membangun, sehingga mereka terhindar dari pengaruh negatif perkembangan teknologi.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, lanjutnya, akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya judi online demi melindungi generasi muda sebagai aset masa depan daerah.

















































































