Ikuti Kami

Kabupaten Sergai Potensi Besar Jadi Sentra Porang Indonesia

“Saat ini di Sergai ada kurang lebih 12 hektar lahan yang dipakai untuk budidaya tanaman porang. Budidaya ini dikelola kelompok masyarakat".

Kabupaten Sergai Potensi Besar Jadi Sentra Porang Indonesia
Ilustrasi. Presiden Jokowi saat melihat umbi hasil panen saat berkunjung di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).(KOMPAS.COM/Dokumentasi Setpres)

Sergai, Gesuri.id - Bupati Sergai, H. Darma Wijaya mengatakan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memiliki potensi yang besar sebagai lokasi budidaya tanaman porang.

Baca: PDI Perjuangan Pastikan Tak Inginkan Presiden Tiga Periode

Optimisme tersebut disampaikan Darma Wijaya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sergai H.M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, ketika menghadiri Rapat Persiapan Kerjasama Budidaya Porang antara Pemkab Sergai dengan Asosiasi Porang Indonesia secara virtual bertempat di Ruang Sekdakab, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, belum lama ini.

“Saat ini di Sergai ada kurang lebih 12 hektar lahan yang dipakai untuk budidaya tanaman porang. Budidaya ini dikelola oleh kelompok masyarakat,” kata Darma Wijaya.

Untuk itu, Darma berjanji Pemkab Sergai akan mendorong seluruh petani porang untuk meningkatkan produktivitas, salah satunya dalam hal penyediaan lahan produksi.

Ia juga menyebut saat ini tersedia lahan di angka 20 sampai 100 hektar yang bisa dipakai oleh para petani porang dibantu oleh Asosiasi Porang Indonesia.

“Secara geografis, Kabupaten Sergai memiliki kondisi alam yang mendukung untuk tanaman porang. Dukungan sektoral juga sudah kita dapat dari Kementerian Pertanian. Untuk itu Pemkab Sergai lewat Dinas Pertanian akan lebih proaktif menjalin sinergi dengan Asosiasi Porang Indonesia. Tentunya juga diperlukan kerjasama dengan para Kepala Desa,” katanya.

Ia juga optimistis, jika hitungan matematis setiap desa di Sergai mampu membudidayakan porang minimal di lahan seluas 2 hektar, maka Sergai bisa menjadi salah satu penghasil porang terbesar dan mampu melabeli diri sebagai ikon tumbuhan umbi ini.

“Ini bisa menjadi salah satu sektor yang dapat disokong Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk Bagian Perekonomian Sergai, hal tersebut bisa menjadi laporan kita ke OJK,” pungkasnya.

Sementara itu ketua Asosiasi Porang Indonesia Kabupaten Sergai M. Yunus secara virtual menyampaikan terbentuknya asosiasi ini berdasarkan keinginan untuk menyediakan wadah bagi para petani porang untuk berkolaborasi dengan lintas sektor seperti pengusaha, pemerintah, perbankan, investor maupun mitra lain, baik di dalam maupun yang ada di luar negeri.

“Kami sudah melaksanakan program “1 Juta Bibit” dan sudah diikuti oleh para pelaku usaha porang di 23 Kabupaten. Bahkan saat ini produksi bibit kami sudah mencapai angka 17 juta dan ini tentu akan terus bertambah,” yakinnya.

Ia menyebut, saat ini target pasar porang sendiri masih terbuka lebar karena permintaan dari market internasional yang masih besar.

Baca: Aria: KKB Papua Serang Nakes Bukti Teror Barbaristik !

“Untuk itu kami ingin mengajukan kerja sama dengan Pemkab Sergai, terutama untuk budidaya dan pengelolaan hasil tanam porang ini. Di awal, kami siap untuk menerima hasil budidaya porang dari para petani porang Sergai. Ke depan bukan tidak mungkin di Sergai berdiri pabrik pengolahan porang. Kalau ini bisa terwujud, maka dampaknya akan sangat besar bagi petani porang. Petani tidak perlu lagi repot-repot mencari pembeli karena sudah terpusat,” katanya.

Hadir dalam kegiatan ini Asisten Ekbangsos Ir. H. Kaharuddin, MM, para perwakilan OPD terkait serta pengurus dan anggota Asosiasi Porang Indonesia Kabupaten Sergai. Dilansir dari pdiperjuangansumut.

Quote