Ikuti Kami

Kunci Akuakultur Masa Depan: Inovasi, Praktik Budidaya Terbaik, Integrasi Rantai Pasok

Tanpa itu, akuakultur tidak akan pernah produktif, menguntungkan, berdaya saing, dan berkelanjutan

Kunci Akuakultur Masa Depan: Inovasi, Praktik Budidaya Terbaik, Integrasi Rantai Pasok
Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001-2004 serta Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), resmi menerima Aquaculture Lifetime Achievement Award atas dedikasi dan kontribusinya selama puluhan tahun dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

“Kunci akuakultur masa depan adalah inovasi, praktik budidaya terbaik (Best Aquaculture Practices), dan integrasi rantai pasok (Integrated Supply Chain Management System). Tanpa itu, akuakultur tidak akan pernah produktif, menguntungkan, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tegasnya, dikutip Minggu (4/10/2026).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan pada 30 September 2026 di Miri, Sarawak, Malaysia, dalam rangkaian The 13th International Conference on Fisheries and Aquaculture (ICFA 2026) yang diselenggarakan oleh The International Institute of Knowledge Management (TIIKM) dengan World Aquaculture Society sebagai Co-Host.

ICFA merupakan konferensi akuakultur dan perikanan terbesar di Asia yang mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan, industri, dan organisasi profesi dari seluruh dunia.

Penghargaan Lifetime Achievement tersebut diberikan atas dedikasi dan kontribusi panjang Prof. Rokhmin dalam pengembangan akuakultur, perikanan, ilmu kelautan, kebijakan publik, serta pembangunan berkelanjutan.

Dedikasi tersebut tercermin dari kiprahnya yang mencakup berbagai ruang pengabdian, mulai dari dunia akademik, pemerintahan, parlemen, organisasi profesi, hingga forum-forum internasional.

Dalam ICFA 2026, Prof. Rokhmin tidak hanya hadir sebagai penerima penghargaan. Ia juga berperan sebagai Keynote Speaker, Steering Committee Member, panelis Global South Policy Alliance Forum, serta Chairman of the Indonesian Aquaculture Society (IAS/MAI) yang menjadi Academic Partner resmi konferensi.

Dalam sesi keynote yang menjadi salah satu agenda utama konferensi, Prof. Rokhmin mengangkat tema “Innovative Best Aquaculture Practices and Integrated Supply Chain Management System: The Key for a Productive, Profitable, and Sustainable Aquaculture.”

Ia mengingatkan bahwa produksi perikanan tangkap dunia telah mengalami stagnasi di kisaran 86-94 juta ton sejak akhir 1980-an. Di sisi lain, produksi akuakultur telah melampaui 103 juta ton pada 2024 dan menjadi salah satu tumpuan penting bagi ketahanan pangan global.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan akuakultur berkelanjutan. Potensi akuakultur Indonesia disebut mencapai 100 juta ton per tahun dengan nilai ekonomi biru sebesar USD 1,348 triliun per tahun.

Bagi Prof. Rokhmin, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan pengabdiannya. Penghargaan itu justru menjadi dorongan untuk terus mengembangkan ilmu, pengalaman, dan pemikiran bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

“Lifetime Achievement Award ini bukan sekadar apresiasi personal, tetapi menjadi energi untuk terus mengabdikan ilmu, pengalaman, dan pemikiran bagi kemajuan Indonesia sebagai negara maritim dan produsen akuakultur dunia,” ujar anggota DPR RI periode 2024-2029 tersebut.

Ia menegaskan, pengabdian tersebut juga diarahkan untuk mendorong sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, kesejahteraan rakyat, dan pembangunan berkelanjutan.

“Sekaligus mendorong sektor kelautan dan perikanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, kesejahteraan rakyat, dan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 serta dunia yang lebih baik,” pungkasnya.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan akuakultur dunia. Kiprah Prof. Rokhmin di berbagai bidang, dari sains dan kebijakan hingga forum internasional, turut membawa gagasan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia ke tingkat global.

Semangat pengabdian tersebut terangkum dalam prinsip yang terus digaungkannya: From Science to Policy, From the Ocean to the Nation.

Quote