Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri, menyoroti dugaan praktik pungutan liar (pungli) pada maskapai AirAsia yang terjadi saat penumpang berpindah kursi, bahkan ketika pesawat sudah dalam penerbangan.
"Kalau kita naik AirAsia itu, pesawat itu kosong, kita pindah lah. Taruh lah kita sekarang posisi kita, seat kita di seat 7, kita mau pindah ke 5, ditarik bayaran. Atau kalau kita mau beli baru, kita mau pilih tempat duduk, juga bayaran juga Rp 150.000. Kenapa seperti ini? Sementara maskapai lain kan tidak seperti itu. Ya kalau kosong, kalau dia tidak ini, kenapa tidak. Nggak apa lah pindah," ungkap Mukhlis Basri, dalam rapat bersama Menteri Perhubungan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (15/4/2026).
Mukhlis pun mempertanyakan regulasi setiap maskapai terkait perpindahan kursi, terutama karena pungutan tersebut dilakukan di tengah-tengah penerbangan. Ia juga mengaku memiliki bukti berupa video saat oknum pegawai melakukan penarikan biaya tambahan.
"Kalau memang sudah keputusan atau peraturan, ya silakan saja. Tapi kalau nggak ada aturannya, kenapa harus seperti itu? Kok harus ditarik di dalam, tengah-tengah penerbangan," kata Lasarus.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, turut mengonfirmasi langsung kepada jajaran direksi AirAsia yang hadir dalam rapat. Berdasarkan penjelasan pihak maskapai, tidak ada aturan resmi terkait biaya tambahan bagi penumpang yang berpindah kursi saat penerbangan berlangsung.
"Nanti AirAsia yang melakukan investigasi terkait soal ini. Berarti kan ini kelakuan oknum, oknum ya? Oke kami pegang itu, oknum. Pak Menteri Perhubungan, yang begini-begini harus diatur, Pak. Semua jenis pungutan, terkait dengan pelayanan publik, itu harus diatur. Jadi negara harus mengatur," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan akan menelusuri kebijakan masing-masing maskapai penerbangan, termasuk memastikan kesesuaian dengan aturan yang berlaku.
"Saya akan lihat kebijakan dari masing-masing airlines terkait dengan pengaturan seat mereka. Jadi apakah, mungkin ada kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan kita. Jadi saya akan konfirmasi. Seperti tadi yang disampaikan AirAsia kan dinyatakan tidak ada, jadi kami akan lakukan investigasi terlebih dahulu," tegas Dudy.

















































































