Ikuti Kami

Nico Siahaan Sebut Lebih dari 800.000 Situs di Indonesia Terindikasi Sebagai Penyebar Hoaks

“Lebih dari 800.000 situs Indonesia terindikasi sebagai penyebar informasi palsu. Apa indikasinya terhadap mereka?” kata Nico Siahaan.

Nico Siahaan Sebut Lebih dari 800.000 Situs di Indonesia Terindikasi Sebagai Penyebar Hoaks
Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan mengungkapkan data mengejutkan terkait maraknya penyebaran informasi palsu di Indonesia. Ia menyebut lebih dari 800.000 situs di Tanah Air terindikasi sebagai penyebar hoaks.

Nico Siahaan mempertanyakan dasar dan indikator yang digunakan pemerintah dalam menetapkan situs-situs tersebut sebagai penyebar informasi palsu.

“Lebih dari 800.000 situs Indonesia terindikasi sebagai penyebar informasi palsu. Apa indikasinya terhadap mereka?” kata Nico Siahaan dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu (8/2/2026).

Nico Siahaan menyoroti, sejumlah persoalan krusial yang dinilai belum ditangani secara optimal oleh pemerintah.

Ia menyebut, mulai dari early warning system (EWS) moderasi konten, mitigasi kebocoran data pribadi, keadilan regulasi digital, hingga pengendalian dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) masih luput dari pengawasan yang memadai.

“Padahal ini menyangkut pengawasan ruang digital yang kredibel dan ekosistem digital yang sehat,” tegasnya.

Pria yang maju melalui Partai PDI Perjuangan itu menyinggung belum diterimanya laporan lengkap terkait seluruh kasus kebocoran data yang terjadi, baik sebelum maupun setelah disahkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) pada 2022.

Ia mendesak Komdigi agar menjadikan pembenahan ruang digital sebagai prioritas, termasuk pemanfaatan AI untuk mendukung program pemerintah serta membatasi penyebaran disinformasi.

“AI seharusnya digunakan untuk mendukung program pemerintah dan membatasi penyebaran disinformasi,” tutupnya.

Quote