Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI asal Bali, Nyoman Parta, mempertanyakan kejelasan pengungkapan kasus penggerebekan narkoba di tempat hiburan malam New Star (NS) di Denpasar Barat. Ia menilai hingga kini informasi terkait tersangka dan perkembangan kasus masih minim.
“Saya cermati, kasus ini semakin tidak jelas ujung pangkalnya. Penggerebekan dilakukan tanpa diketahui aparat di Bali karena langsung dari Mabes Polri,” ujar Parta dikutip Minggu (29/3/2026).
Menurutnya, pola tersebut juga terjadi pada kasus dugaan laboratorium dan pabrik narkoba di wilayah Gianyar sebelumnya, di mana aparat setempat tidak dilibatkan.
Parta menyoroti belum adanya kejelasan terkait jumlah tersangka, identitas, hingga lokasi penahanan. Ia menilai transparansi sangat penting agar publik mendapat kepastian sekaligus memberikan efek jera terhadap pelaku.
“Sampai saat ini publik belum tahu siapa saja tersangka, berapa orang, dan ditahan di mana. Informasi sangat minim. Ini penting agar Bali bisa benar-benar bebas dari narkoba,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar penegakan hukum dilakukan secara adil tanpa tebang pilih. Menurutnya, jangan sampai satu tempat hiburan digerebek besar-besaran sementara tempat lain yang diduga bermasalah justru dibiarkan.
Selain itu, Parta mempertanyakan tidak dilibatkannya Polda Bali maupun BNN Provinsi Bali dalam operasi tersebut.
“Jangan sampai aparat penegak hukum terpengaruh kepentingan bisnis tempat hiburan malam. Penanganan narkoba harus objektif dan transparan,” ujarnya.
Seperti diketahui, penggerebekan dilakukan oleh Mabes Polri pada Minggu (15/3) dini hari di sebuah tempat hiburan malam berinisial NS di kawasan Denpasar Barat.
Dalam operasi itu, polisi mengamankan belasan orang, termasuk seorang manajer berinisial SB. Dari lokasi, petugas juga menyita ribuan butir ekstasi yang diduga akan diedarkan di dalam tempat hiburan tersebut.
Tempat hiburan yang berada di Jalan Gunung Soputan itu disebut telah lama menjadi target operasi karena diduga kuat sebagai lokasi peredaran narkotika. Informasi yang beredar, peredaran dilakukan dari room ke room dengan melibatkan sejumlah pihak.
Seluruh orang yang diamankan sempat dibawa ke Mapolda Bali untuk menjalani pemeriksaan. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait jumlah tersangka maupun perkembangan lanjutan kasus tersebut.
Minimnya informasi ini pun memicu sorotan publik, termasuk dari kalangan legislatif, yang mendorong aparat penegak hukum agar lebih terbuka dalam menangani kasus narkoba di Bali.

















































































