Ikuti Kami

Siti Aisyah Ingatkan Riau Alami Tsunami Peredaran Narkoba: Negara Tidak Boleh Kalah!

“Ini bukan kasus per kasus lagi. Ini sudah jaringan besar yang masuk sampai ke akar masyarakat. Negara tidak boleh kalah.”

Siti Aisyah Ingatkan Riau Alami Tsunami Peredaran Narkoba: Negara Tidak Boleh Kalah!
Anggota Komisi III DPR RI Dapil Riau, Siti Aisyah.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Dapil Riau, Siti Aisyah, melontarkan peringatan keras terkait maraknya peredaran narkoba di Provinsi Riau yang dinilai sudah memasuki fase sangat mengkhawatirkan.

“Peredaran narkoba di Riau ini bukan lagi darurat, tapi sudah seperti tsunami peredaran narkoba. Situasinya sangat memprihatinkan dan mengancam masa depan generasi kita,” tegas Siti dikutip Selasa (14/4/2026).

Sorotan tersebut disampaikan Siti usai menerima berbagai laporan dari masyarakat, termasuk mencuatnya peristiwa di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, yang memicu keresahan publik.

Berdasarkan penelusuran lapangan dan keterangan warga, kemarahan masyarakat telah lama terakumulasi akibat dugaan aktivitas peredaran narkoba yang terus berlangsung tanpa penanganan tegas dari aparat.

Warga mengaku telah berulang kali melaporkan aktivitas mencurigakan tersebut kepada aparat setempat, namun respons yang diterima dinilai tidak sebanding dengan tingkat keresahan yang dirasakan.

Situasi memuncak ketika ratusan warga melakukan penyerbuan terhadap rumah milik terduga bandar narkoba berinisial Ali. Aksi yang awalnya berupa protes berubah menjadi anarkis hingga berujung pembakaran rumah.

Dalam video yang viral di media sosial, seorang orator terdengar memperingatkan aparat:

“Kalau Bapak biarkan kami masyarakat bertindak, Pak. Bahaya, Pak!”

"Pernyataan itu menjadi simbol kekecewaan publik terhadap aparat penegak hukum yang dinilai lamban,” tegas Siti.

Mengacu pada berbagai sumber penegakan hukum dan pemberantasan narkotika, Riau selama ini dikenal sebagai salah satu pintu masuk utama narkoba dari jaringan internasional, terutama melalui jalur laut di pesisir timur Sumatra.

Beberapa temuan menunjukkan bahwa Riau kerap menjadi lokasi pengungkapan penyelundupan narkoba skala besar, dengan jalur perairan yang luas dan minim pengawasan menjadi celah bagi sindikat internasional. Selain itu, kasus penyalahgunaan narkotika di tingkat lokal juga terus meningkat, terutama di wilayah pesisir seperti Rokan Hilir.

Siti menilai kondisi tersebut menunjukkan persoalan narkoba di Riau sudah bersifat sistemik dan membutuhkan penanganan luar biasa.

“Ini bukan kasus per kasus lagi. Ini sudah jaringan besar yang masuk sampai ke akar masyarakat. Negara tidak boleh kalah,” ujarnya.

Dalam perspektif investigatif, peristiwa di Panipahan juga mengungkap adanya kesenjangan antara laporan masyarakat dan tindakan aparat, yang berujung pada menurunnya kepercayaan publik.

“Peredaran narkoba di Riau sangat memprihatinkan. Ketika masyarakat sudah kehilangan kepercayaan, ini alarm serius bagi aparat penegak hukum,” kata Siti.

Ia menegaskan bahwa pembiaran sekecil apa pun akan memperparah situasi dan membuka ruang bagi sindikat untuk semakin leluasa beroperasi.

Pasca kejadian tersebut, Kapolda Riau Herry Heryawan mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan Iptu Robiansyah dan Kanit Reskrim Aipda Rahmat Ilyas sebagai bentuk evaluasi internal.

Langkah tersebut dinilai sebagai respons awal, namun belum cukup untuk menjawab akar persoalan yang ada.

Siti pun mendesak aparat penegak hukum untuk memperkuat pengawasan di jalur rawan penyelundupan, menindak tegas jaringan bandar hingga ke akar, meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat, serta memulihkan kepercayaan publik melalui tindakan nyata.

“Negara harus hadir. Jangan sampai masyarakat merasa harus bertindak sendiri. Ini berbahaya bagi hukum dan ketertiban,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga kerusakan sosial yang lebih luas.

“Riau sedang menghadapi gelombang besar. Kalau tidak segera ditangani dengan serius, tsunami narkoba ini akan menghancurkan lebih banyak generasi,” pungkas Siti.

Quote