Ikuti Kami

Pegunungan Bintang Canangkan SMPN 2 Okpol, Sekolah Inovasi Berbasis Budaya dan Lingkungan

Bupati Spei menegaskan pentingnya integrasi bahasa daerah dalam proses pembelajaran serta menginspirasi anak-anak untuk berkontribusi

Pegunungan Bintang Canangkan SMPN 2 Okpol, Sekolah Inovasi Berbasis Budaya dan Lingkungan
Bupati Pegubin Spei Yan Bidana saat menyapa salah seorang siswa SMP Negeri 2 Okpol saat berkunjung ke sekolah itu, Jumat, 6 Maret 2026 - Foto: PapuaBangkit.com

Pegunungan Bintang, Gesuri.id - Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana, ST,M.Si pada Jumat pagi, 6 Maret 2026, mengunjungi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Okpol.

Dalam kunjungan itu, Bupati Spei mencanangkan sekolah tersebut sebagai Pusat Inovasi Berbasis Budaya dan Lingkungan di Kabupaten Pegubin yang berpusat di wilayah Kukuperib dengan dukungan dari Sekolah Dasar (SD) Kukuperib.

Dalam sambutannya, Bupati Spei menegaskan pentingnya integrasi bahasa daerah dalam proses pembelajaran serta menginspirasi anak-anak untuk berkontribusi bagi daerah melalui budaya, seni, dan inovasi.

Di momen itu, ia juga menyerahkan sejumlah buku karya antropolog Papua yang akan menjadi dasar panduan dalam pengembangan pendidikan berbasis budaya dan lingkungan di wilayah ini.

“Kita akan kembangkan konsep sekolah inovasi ini dengan memperhatikan dua aspek utama: budaya dan lingkungan. Untuk bidang kebudayaan, buku yang disumbangkan ini bukan hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi harus bisa diakses dan dibaca oleh seluruh masyarakat. Sedangkan untuk lingkungan, akan ada dukungan dari badan internasional yang fokus pada pelestarian alam, ekosistem, serta hubungan sinergis antara manusia dengan lingkungannya,” ujar Spei, Jumat (06/03).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, SMPN 2 Okpol akan dibangun menjadi pusat literasi, dengan rencana pembangunan perpustakaan dan fasilitas komputer yang akan terealisasi pada tahun 2027.

Upaya pelestarian budaya juga akan diperkuat melalui pengembangan batik daerah, mengingat Kabupaten Pegunungan Bintang memiliki 43 motif batik yang sudah terdaftar secara resmi dan merupakan jumlah terbanyak di seluruh Indonesia.

“Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia harus menjadi dasar akademik yang kuat bagi siswa. Sementara itu, kearifan lokal seperti pembuatan noken dan sapu lidi juga akan dikembangkan sebagai keterampilan praktis yang dapat meningkatkan daya saing anak-anak kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguasaan siswa akan bahasa internasional seperti Inggris dan Prancis sangat penting, mengingat Kabupaten Pegubin berada di depan gerbang kawasan Melanesia.

Rencana pengembangan lainnya meliputi pembangunan labatorium tanaman asli yang akan diawasi oleh dosen Papua, serta kunjungan rutin Dokter Janet dari Pegunungan pada bulan depan untuk mendukung program kesehatan dan pendidikan lingkungan.

Kepala Sekolah SMPN 2 Okpol W. Yuventus Opki menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kunjungan kedua kalinya dari Bupati Spei.

Quote