Wonogiri, Gesuri.id - Bupati Wonogiri yang juga politisi PDI Perjuangan Setyo Sukarno menegaskan pembangunan Pasar Slogohimo merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana.
Pembangunan tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp17 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2026.
“Pemerintah Kabupaten Wonogiri memastikan bahwa pembangunan Pasar Slogohimo akan dilaksanakan pada tahun 2026, dengan rencana pelaksanaan pekerjaan mulai bulan April hingga November. Pedagang lama dipastikan tetap mendapatkan los atau kios kembali,” tegas Politisi PDI Perjuangan itu, Kamis (12/02).
Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Dinas Perdagangan menggelar Sosialisasi Pembangunan Pasar Slogohimo di Pendopo Kecamatan Slogohimo. Kegiatan ini menjadi tahap awal sebelum dimulainya pembangunan kembali Pasar Slogohimo pada Tahun Anggaran 2026.
Sosialisasi melibatkan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bapperida, Forkopimcam Slogohimo, perwakilan perangkat daerah, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Slogohimo, serta para pedagang Pasar Slogohimo.
Kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada pedagang dan masyarakat terkait konsep pembangunan, tahapan pelaksanaan, hingga kebijakan yang akan diterapkan selama proses pembangunan berlangsung.
Camat Slogohimo, Agus Pramono menyampaikan, kebakaran Pasar Slogohimo pada 29 September 2023 merupakan musibah yang berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat.
Bupati Setyo menambahkan penataan pasar akan dilakukan secara menyeluruh untuk menciptakan kenyamanan dan kenyamanan. Pedagang yang berjualan di area trotoar akan ditertibkan agar pasar lebih cepat dan lalu lintas tetap lancar. Terkait retribusi, bupati memastikan tidak akan ada kenaikan.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berharap seluruh pihak, khususnya para pedagang, dapat mendukung proses pembangunan sehingga Pasar Slogohimo ke depan menjadi pasar yang lebih tertata, bersih, aman, dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Slogohimo dan sekitarnya.

















































































