Ikuti Kami

Peringati Kemerdekaan RI, Marinus Gea Dorong Penguatan Nilai Pancasila Lewat Aksinyata

Marinus mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi kebangsaan yang unik dan berbeda dibanding bangsa-bangsa lain di dunia.

Peringati Kemerdekaan RI, Marinus Gea Dorong Penguatan Nilai Pancasila Lewat Aksinyata
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea.

Tangerang, Gesuri.id  – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Marinus saat menghadiri acara penguatan relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (21/8).

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan—mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, orang tua, hingga remaja—ini menjadi ajang untuk merefleksikan kembali sejarah pembentukan bangsa sejak Proklamasi 17 Agustus 1945.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Marinus mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas fondasi kebangsaan yang unik dan berbeda dibanding bangsa-bangsa lain di dunia.

"Indonesia tidak dibangun di atas kesamaan suku, agama, maupun bahasa daerah. Indonesia berdiri kokoh di atas kesepakatan luhur yang bernama Pancasila," ujar Marinus.

Ia menegaskan, keberhasilan ideologi negara tidak boleh hanya diukur dari hafalan teks lima sila semata, melainkan dari sejauh mana nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata di masyarakat.

"Kebajikan Pancasila adalah perwujudan nilai dasar dalam perilaku sehari-hari: bagaimana cara kita memimpin, melayani, dan memperlakukan sesama manusia. Ukuran keberhasilannya adalah seberapa banyak nilai Pancasila itu hidup dalam keseharian kita," tegasnya.

Selain itu, Marinus menggarisbawahi status Gerakan Kebajikan Pancasila sebagai wadah perjuangan moral yang independen, bukan sebagai alat politik praktis.

"Relawan Kebajikan Pancasila bukan organisasi yang dibentuk untuk kepentingan politik elektoral atau kelompok tertentu. Ini murni gerakan moral kebangsaan yang percaya bahwa perubahan besar kerap dimulai dari keteladanan, bukan sekadar kekuasaan," lanjutnya.

Ia pun mengajak para relawan untuk menjadi agen perubahan dari lingkungan terdekat demi menghadapi berbagai tantangan zaman.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga tetangga sekitar untuk menumbuhkan rasa empati dan simpati berdasarkan nilai-nilai lima sila," imbaunya.

Acara penguatan relawan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan BPIP Dr. Toto Purbiyanto, akademisi Universitas Buddhi Dharma (UBD) Dr. Serius Zebua, serta Dosen Universitas Paramadina Didik Hariyanto, dengan moderator Shenny Ayunuri Beata Sitinjak.

Dalam pemaparannya, Dr. Toto Purbiyanto menilai bahwa pendekatan diskusi interaktif serta pemanfaatan media digital menjadi strategi paling efektif untuk menanamkan pemahaman Pancasila kepada masyarakat pada era saat ini.

Quote