Ikuti Kami

Bane Raja Manalu Siap Tanggung Biaya Sekolah dan Boyong 2 Bocah Korban Kekerasan di Dairi ke Jakarta ​

Politisi Senayan ini menyatakan kesiapannya untuk membawa kedua korban ke Jakarta sekaligus menjamin seluruh biaya pendidikan mereka.

Bane Raja Manalu Siap Tanggung Biaya Sekolah dan Boyong 2 Bocah Korban Kekerasan di Dairi ke Jakarta ​
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Bane Raja Manalu.

Dairi, Gesuri.id – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Bane Raja Manalu, menunjukkan kepedulian mendalam terhadap AGP (7) dan AP (6), dua bocah bersaudara yang menjadi korban dugaan kekerasan fisik di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. 

Politisi Senayan ini menyatakan kesiapannya untuk membawa kedua korban ke Jakarta sekaligus menjamin seluruh biaya pendidikan mereka.

​Komitmen tersebut disampaikan Bane melalui perwakilannya, Duat Sihombing, saat menjenguk kedua korban yang tengah menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, Minggu (23/8).

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Selain memberikan dukungan moral, tim perwakilan Bane menyalurkan bantuan darurat berupa pakaian, susu, vitamin, dan makanan ringan untuk menunjang kebutuhan kedua anak selama masa perawatan. Kedua korban diduga mengalami kekerasan fisik oleh RS, yang merupakan bibi (mamak tua) mereka sendiri, dan kini dalam pendampingan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Dairi.

​Aksi nyata Bane tidak berhenti pada bantuan jangka pendek. Melalui sambungan video call dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Dairi, Bane secara langsung menyampaikan niatnya untuk memboyong kedua bocah tersebut ke Jakarta agar bisa mendapatkan fasilitas pendidikan serta pengasuhan yang layak.

​"Jika pihak keluarga berkenan, Pak Bane meminta agar anak-anak ini disekolahkan di Jakarta sehingga dapat diawasi dan didampingi secara langsung," ujar Duat.

​Kendati demikian, rencana pemindahan tersebut tetap memperhatikan prosedur resmi, persetujuan keluarga, serta pertimbangan instansi berwenang. Bane menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi fisik dan psikologis kedua anak.

​"Pak Bane sangat ingin membantu masa depan pendidikan mereka. Namun, pemulihan kondisi fisik dan mental anak-anak tetap menjadi prioritas utama sebelum rencana tersebut direalisasikan," tambah Duat.

​Di samping memberikan jaminan masa depan, Bane Raja Manalu mengapresiasi langkah cepat Pemkab Dairi, Dinas PPA, dan Dinas Sosial dalam penanganan medis serta perlindungan korban. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan terhadap anak.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur 

​Bane mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara tegas, transparan, dan adil sesuai peraturan perundang-undangan.

​"Pak Bane menekankan bahwa perhatian terhadap korban tidak boleh berhenti setelah luka fisik mereka sembuh. Pendampingan psikologis dan jaminan masa depan anak adalah hal yang paling krusial," jelas Duat.

​Melalui kejadian ini, Bane juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta tak ragu melaporkan segala bentuk indikasi kekerasan anak kepada pihak berwajib.

Quote