Ikuti Kami

Perkuat Ekonomi dan Pangan Lokal Papua, Edoardus Kaize Tanam 1.000 Bibit Sagu dan Sukun di Merauke

“Penanaman bersama ini sengaja kita lakukan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap melestarikan sagu sebagai makanan lokal asli Papua.”

Perkuat Ekonomi dan Pangan Lokal Papua, Edoardus Kaize Tanam 1.000 Bibit Sagu dan Sukun di Merauke
Kegiatan penanaman sekitar 1.000 anakan sagu dan sukun di kawasan penyangga Kali Taram, Wasur, Merauke, baru-baru ini.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Papua Selatan, Edoardus Kaize, mengajak masyarakat Kampung Wasur, Merauke, untuk membudidayakan tanaman sagu dan sukun sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman sekitar 1.000 anakan sagu dan sukun di kawasan penyangga Kali Taram, Wasur, Merauke, baru-baru ini.

“Penanaman bersama ini sengaja kita lakukan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap melestarikan sagu sebagai makanan lokal asli Papua,” ujar Edoardus Kaize, dikutip Jumat (26/6/2026).

Menurut Edoardus, pelestarian tanaman sagu memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan masyarakat Papua, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya dan kehidupan masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sebelum kegiatan penanaman dilaksanakan, Edoardus meminta masyarakat setempat untuk mencari bibit sagu dan sukun yang kemudian dibeli dan ditanam secara bersama-sama. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap program pelestarian tanaman pangan lokal.

Ia menjelaskan bahwa budidaya sagu dan sukun dapat menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat lokal di masa depan. Selain memiliki nilai ekonomi, kedua tanaman tersebut juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian kawasan adat di Papua.

Menurutnya, pengembangan tanaman pangan lokal perlu terus didorong agar masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada pangan dari luar daerah. Dengan demikian, keberadaan sagu sebagai makanan pokok masyarakat Papua dapat tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui kegiatan penanaman tersebut, Edoardus berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga dan mengembangkan sumber pangan lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, serta pelestarian lingkungan di Papua Selatan.

Quote