Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Rektor Universitas UMMI Bogor, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menegaskan pentingnya sinergi riset dan inovasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi nasional saat bertemu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, di Jakarta, Senin (5/1).
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas UMMI Bogor dan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan serta dialog strategis.
“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan sebuah ruang dialog strategis yang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pilar pembangunan ilmu pengetahuan, kesehatan, dan teknologi,” kata Rokhmin.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Rokhmin Dahuri memaparkan kiprah Universitas UMMI Bogor yang selama ini aktif berkontribusi di bidang kesehatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan layanan yang berbasis pada kebutuhan lokal.
“Ia menekankan bahwa Universitas UMMI Bogor berkomitmen memperluas akses pendidikan dengan membuka program studi baru yang relevan dengan tantangan zaman,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan rencana pengembangan program studi baru yang dinilai strategis dan visioner, salah satunya gagasan pembukaan Program Studi Artificial Intelligence (AI) sebagai respons terhadap perkembangan teknologi global dan kebutuhan pembangunan nasional.
“Program ini diproyeksikan menjadi lokomotif baru bagi riset, inovasi, serta kolaborasi lintas bidang, dengan tujuan menghadirkan solusi nyata bagi dunia akademik, industri, dan masyarakat,” tegasnya.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Mendiktisaintek RI Prof. Brian Yuliarto, yang menyatakan dukungan terhadap arah pengembangan riset dan inovasi di Universitas UMMI Bogor sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan tinggi.
“Semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mempercepat ekosistem riset dan inovasi di kampus, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi bangsa,” ujarnya.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara kementerian, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman. Dukungan terhadap pengembangan Program Studi Artificial Intelligence di Universitas UMMI Bogor dipandang sebagai simbol transformasi pendidikan tinggi yang visioner, progresif, dan berdampak nyata.
Dengan langkah tersebut, Universitas UMMI Bogor tidak hanya memperluas cakrawala akademik, tetapi juga meneguhkan perannya sebagai pusat inovasi yang berorientasi pada kebutuhan bangsa.
Kehadiran program studi AI diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan perguruan tinggi Indonesia menuju masa depan yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan inklusif.
Lebih jauh, inisiatif ini dimaknai sebagai bagian dari kebangkitan ilmu pengetahuan Nusantara—sebuah perjalanan panjang dari kearifan lokal menuju horizon global. Ilmu pengetahuan, seperti pusaka budaya yang diwariskan para leluhur, kini ditransformasikan menjadi kekuatan strategis untuk menjawab tantangan zaman.
Dengan mengintegrasikan nilai tradisi dan semangat inovasi, Universitas UMMI Bogor meneguhkan dirinya sebagai pusat keilmuan yang berdaya saing sekaligus berakar kuat pada identitas bangsa. Dukungan kementerian terhadap pengembangan prodi AI di UMMI Bogor diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bijak menjaga budaya serta tangguh menghadapi masa depan.

















































































