Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri Yakin Indonesia Capai Swasembada Beras Pada Akhir 2025 

Keyakinan tersebut didasarkan pada tren surplus produksi nasional yang dinilai sejalan dengan prioritas pemerintah dalam program Asta Cita.

Rokhmin Dahuri Yakin Indonesia Capai Swasembada Beras Pada Akhir 2025 
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, meyakini Indonesia dapat mencapai swasembada beras pada akhir 2025. 

Keyakinan tersebut didasarkan pada tren surplus produksi nasional yang dinilai sejalan dengan prioritas pemerintah dalam program Asta Cita.

“Kalau kita lihat dari fakta empiris dan data-data yang ada, Insyaallah tahun ini target pemerintah tercapai yaitu swasembada di bidang beras,” kata Rokhmin, dikutip Selasa (25/11/2025).

Berdasarkan data yang diterima Komisi IV hingga Oktober 2025, produksi beras nasional telah mencapai sekitar 32 juta ton. Dari perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, hingga USDA, total produksi beras nasional hingga akhir Desember diproyeksikan mencapai 34,2 juta ton. Sementara kebutuhan beras nasional hanya sekitar 31,7 juta ton, sehingga terjadi surplus produksi.

Rokhmin mengapresiasi pemerintah yang menempatkan kemandirian pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional melalui program Asta Cita.

"Karena memang seperti Bung Karno katakan, pangan adalah hidup mati sebuah bangsa. Kalau orang enggak makan itu memengaruhi gizi kecerdasan, kesehatan dan sebagainya," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak terlena dengan capaian surplus saat ini. Risiko perubahan iklim disebutnya harus diantisipasi agar swasembada dapat terus dipertahankan.

“Alhamdulillah, so far so good. Semoga berlanjut. Surplus tahun ini jangan berhenti. Jangan sampai tahun depan turun gara-gara El Nino panjang,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah didorong memperkuat mitigasi, baik melalui penyediaan varietas padi unggul maupun perbaikan infrastruktur air. Hingga saat ini, sebanyak 14 varietas padi telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

"Kedua, waduk dan irigasi harus direvitalisasi agar kalau kemarau panjang kita masih punya stok air dan tanaman yang tahan iklim," pesannya.

Komisi IV menilai langkah-langkah antisipatif tersebut menjadi kunci keberlanjutan kemandirian pangan nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan iklim ekstrem di masa mendatang.

Quote