Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rudianto Tjen menyatakan pemerintah cukup tanggap meserpon kondisi Warga Negara Inonesia (WNI) yang berada di negara-negara konflik.
Anggota DPR RI yang juga membidangi Luar Negeri ini menilai pemerintah cukup tanggap merespon kondisi WNI itu seperti terjadi di Venezuela, Gaza, dan lainnya.
“Oh ya, di daerah konflik itu kan pemerintah kita cukup tanggap, ya. Kalau seandainya ada konflik seperti di Venezuela, seperti di Gaza, segala itu, biasanya sudah ada warning dari sana,” kata Rudianto, Kamis (15/1/2026).
Rudianto mengatakan, terhadap hal tu biasanya jika sudah ada peringatan maka pihaknya sudah mengambil langkah cepat untuk evakuasi.
“Begitu sudah ada tanda kuning (bukan merah), itu kita sudah ambil langkah cepat untuk evakuasi,” katanya.
Selaian itu, lanjut dia, Komisi I bermitra dengan Kementerian Luar Negeri, yang perlu juga mengawasi dan mendatangi duta-duta besar Indonesia yang berada di luar negeri. Pihaknya ingin memperhatikan nasib termasuk gaji para Dubes RI di luar negeri.
“Apalagi kan gaji mereka tetap, terus kemudian gaji mereka itu dihitung sebenarnya rupiah, sementara dolar melonjak begitu tinggi. Gaji mereka itu sebenarnya jadi kecil sekali. Hal-hal seperti ini kan kalau kita nggak ke sana, kita nggak tahu,” ujarnya.
Dikutip dari rri.co.id pusat pemberitaan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) merepatriasi hampir 28 ribu warga negara Indonesia (WNI) sepanjang tahun lalu. Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengatakan pemulangan mereka ke Tanah Air tersebut dilatarbelakangi berbagai macam kasus.
"Sepanjang 2025 Indonesia telah memulangkan 27.768 WNI dari berbagai situasi krisis," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Mulai dari konflik bersenjata hingga kejahatan transnasional seperti online scam dan judi daring.
Menlu turut mengapresiasi perwakilan RI di luar negeri yang terlibat langsung dalam upaya pembebasan WNI. Termasuk dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi hingga pemulangan mereka ke Tanah Air.

















































































