Ikuti Kami

Selly Gantina Minta Pemerintah Belajar Dari Kesalahan dalam Pelaksanaan Haji

Pelayanan jemaah harus berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan, bukan sekadar urusan administrasi.

Selly Gantina Minta Pemerintah Belajar Dari Kesalahan dalam Pelaksanaan Haji
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan pemerintah agar tidak mengulang kesalahan yang sama dalam pelaksanaan haji 2026.

Politisi PDI Perjuangaan ini menekankan bahwa pelayanan jemaah harus berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan, bukan sekadar urusan administrasi.

“Harus ada keseriusan dalam memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah, sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto,” kata Selly dalam keterangan yang diterima, Kamis (9/4). 

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Selly mengingatkan adanya persoalan klasik yang sering terulang. Misalnya, soal hotel jemaah yang berjarak jauh dari ketentuan yang telah disepakati.

Kondisi ini berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah, terutama bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Tak hanya itu, fasilitas dasar seperti tempat wudhu.

Selly mengingatkan, dengan pengalaman panjang Indonesia dalam penyelenggaraan haji, seharusnya persoalan mendasar seperti ini tidak lagi terjadi.

Begitu pula dengan maskapai nasional, Garuda Indonesia. Selly mendesak adanya pengawasan ketat terhadap kesiapan armada pesawat serta kualitas layanan konsumsi selama penerbangan guna menjamin kesehatan jemaah selama perjalanan menuju Tanah Suci.

“Kita ingin memberikan pelayanan terbaik, jangan sampai jemaah justru mendapatkan pelayanan yang tidak layak. Ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan mereka, apalagi mayoritas jemaah adalah lansia,” terangnya.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Mengingat dinamika geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah, Selly meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi konkret terhadap potensi eskalasi konflik. Ia mendesak adanya protokol evakuasi yang matang dan penentuan zona aman bagi jemaah Indonesia di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya skema perlindungan menyeluruh yang mencakup perlindungan dalam kondisi darurat. 

“Semua skenario terburuk harus diantisipasi sejak awal. Kita ingin memastikan jemaah Indonesia mendapatkan perlindungan maksimal dalam kondisi apa pun,” jelasnya.

Quote