Jakarta, Gesuri.id – Pemerintah didorong untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengamankan pasokan energi yang lebih kompetitif dan efisien.
Langkah strategis ini dinilai mendesak guna meredam tekanan gejolak harga energi global agar tidak terus-menerus membebani daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah.
Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, merespons penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax yang mulai diberlakukan hari ini.
Baca: Ganjar Ingatkan Kader Banteng se-Jatim: Jaga Uang Rakyat
"Meskipun penyesuaian harga merupakan bagian dari mekanisme pasar yang dipengaruhi perkembangan harga energi global, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk memperoleh pasokan energi yang lebih kompetitif dan efisien," ujar Shanty dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/6).
Menurut Shanty, upaya pencarian sumber energi yang lebih efisien sangat penting agar fluktuasi pasar internasional tidak langsung menghantam isi dompet masyarakat.
Ia memberikan perhatian khusus pada kenaikan harga Pertamax, mengingat segmen penggunanya didominasi oleh kelas menengah yang selama ini tidak tersentuh oleh skema bantuan BBM bersubsidi.
"Dalam situasi daya beli yang masih menghadapi berbagai tantangan, tambahan beban biaya transportasi dan mobilitas berpotensi memengaruhi kemampuan konsumsi rumah tangga," jelasnya.
Padahal, lanjut Shanty, konsumsi rumah tangga merupakan salah satu motor penggerak utama perekonomian nasional.
Oleh karena itu, legislator dari Komisi XII ini mengingatkan bahwa menjaga daya beli masyarakat adalah kunci utama untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah diminta bergerak cepat memastikan efek domino dari kenaikan harga BBM non-subsidi ini tidak menjalar ke sektor ekonomi lainnya.
Ada tiga poin krusial yang didorong Shanty untuk menjadi fokus perhatian pemerintah saat ini:
- Pengendalian inflasi secara ketat di tingkat daerah dan nasional.
- Stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar.
- Kelancaran distribusi barang dan jasa agar tidak terhambat oleh penyesuaian biaya logistik.
Baca: Rupiah Tembus Rp18.000, Ganjar Pranowo Lontarkan 7 Desakan
"Semua itu perlu menjadi perhatian serius agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kenaikan biaya energi," tambahnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Shanty berharap pemerintah memperkuat strategi ketahanan energi nasional. Hal ini dapat dicapai melalui diversifikasi sumber energi baru terbarukan serta peningkatan efisiensi pada seluruh rantai pasok.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan yang ideal antara keberlanjutan sektor energi dan perlindungan terhadap kondisi ekonomi riil masyarakat.

















































































