Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto mengapresiasi kebijakan pemerintah yang merilis paket stimulus ekonomi Kuartal II tahun 2026, khususnya di sektor transportasi publik. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan daya beli di tengah perlambatan ekonomi.
“Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut," ujar Sofwan di Jakarta, dikutip Rabu (10/6/2026).
Menurut Sofwan, stimulus ekonomi di sektor transportasi publik akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, terutama pada momentum libur sekolah. Ia menilai kebijakan diskon dan insentif transportasi dapat meningkatkan aktivitas perjalanan masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan konsumsi.
"Karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” imbuhnya.
Ia juga menilai momentum pemberlakuan stimulus pada musim liburan merupakan langkah yang tepat karena pada periode tersebut tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat. Sofwan berharap kebijakan ini mampu menggerakkan jutaan masyarakat kelas menengah untuk melakukan perjalanan sekaligus meningkatkan aktivitas belanja konsumsi.
“Setidaknya kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang sedang merosot,” ungkapnya.
Menurut Sofwan, ketahanan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas konsumsi masyarakat kelas menengah. Oleh karena itu, stimulus transportasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
“Diskon dan insentif di sektor transportasi ini menurut saya merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat ekonomi selama periode libur sekolah pada 24 Juni hingga 5 Juli 2026 dengan anggaran sebesar Rp472,7 miliar.
"PPN DTP untuk pesawat ekonomi 24 Juni sampai 5 Juli Rp 472,7 miliar, itu khusus yang sekarang ya, nanti Nataru (Natal dan Tahun Baru) juga ada insentifnya," kata Purbaya.
Selain stimulus untuk mobilitas masyarakat, pemerintah juga menyiapkan program magang nasional pada Juli 2026 bagi 150 ribu peserta dengan anggaran Rp4,14 triliun. Pemerintah juga menjalankan program vokasi nasional untuk 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dengan nilai anggaran Rp2,12 triliun.
“Selain stimulus untuk mobilitas masyarakat, insentif juga diberikan dalam bentuk program magang nasional pada Juli 2026 untuk 150 ribu target peserta dengan anggaran Rp 4,14 triliun. Lalu program vokasi nasional untuk 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dengan nilai anggaran Rp 2,12 triliun,” pungkasnya.

















































































