Medan, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pembuatan skincare alami berbahan organik lokal.
Kegiatan tersebut dikemas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema Pembuatan Kosmetik dan Skincare Alami dari Bahan Organik Lokal yang digelar di Grandhika Hotel Medan, Jalan dr Mansyur, Medan, Sabtu (14/2).
Sofyan Tan mengatakan, industri kecantikan merupakan pasar yang sangat menjanjikan karena setiap orang ingin tampil cantik dan awet muda. Namun, ia mengingatkan bahwa tingginya harga kosmetik dapat menjadi beban pengeluaran rumah tangga.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

“Produk kosmetik ada yang mahal dan ada yang murah. Tetapi jika tidak bijak, belanja kosmetik bisa mengganggu keuangan keluarga. Karena itu, penting bagi masyarakat mengetahui bahwa bahan alami di sekitar kita dapat dimanfaatkan sebagai skincare yang aman dan terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, kecantikan tidak hanya berasal dari perawatan luar, tetapi juga dari dalam diri. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan pola hidup.
“Hidup tidak boleh stres. Stres, kurang tidur, dan kurang istirahat dapat merusak kulit sehingga wajah tampak kusam. Kosmetik apa pun tidak akan mampu menutupi wajah yang kusam akibat pola hidup tidak sehat,” katanya.
Selain itu, pola makan juga berpengaruh besar terhadap kesehatan kulit. Ia menyarankan agar masyarakat rutin mengonsumsi buah-buahan untuk membantu melancarkan metabolisme tubuh sehingga wajah terlihat lebih sehat dan ceria.
“Buah sebaiknya dikonsumsi sebelum makan berat. Jika makan berat terlebih dahulu, proses metabolisme menjadi lebih lama dan manfaat buah tidak optimal,” jelasnya.
Sofyan Tan juga mencontohkan penggunaan bahan alami yang telah lama dikenal masyarakat, seperti tepung tapioka dari ubi kayu yang digunakan sebagai masker wajah untuk memberikan efek sejuk. Selain itu, mentimun, jeruk nipis, dan lemon juga dapat dimanfaatkan untuk perawatan kulit.
“Ubi kayu yang kita anggap biasa, kini bahkan diekspor ke Korea Selatan sebagai bahan baku kosmetik dan dijual balik ke Indonesia dalam bentuk skincare yang bernilai mahal,” ungkapnya.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Muda BRIN, Nurul Arfiyanti Yusuf, menyampaikan bahwa kebutuhan untuk tampil cantik dan menawan terus meningkat. Produk skincare bahkan mendominasi pangsa pasar kosmetik hingga 40 persen.
Ia menegaskan, Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang melimpah dan berpotensi besar dikembangkan sebagai bahan baku kosmetik lokal yang sesuai dengan kebutuhan kulit tropis.
“Melalui edukasi ini, kami ingin mendorong pemanfaatan bahan organik dan herbal Nusantara sebagai skincare alami yang aman, ramah di kulit, serta memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kulit berbasis bahan alami sekaligus mendorong pengembangan industri kosmetik lokal berbasis riset dan inovasi.(

















































































