Jakarta, Gesuri.id - Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) merayakan hari jadinya yang ke-38 dengan semangat "Harmoni dan Prestasi".
Ketua Dewan Pembina YPSIM, Sofyan Tan, menyampaikan keyakinannya bahwa YPSIM akan terus menumbuhkan generasi yang menghargai keberagaman, cerdas, dan berprestasi.
Sekaligus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca: Selly Ungkap Komisi VIII DPR Gelar Rapat Timus-Timsin RUU Haji

“Kita bersyukur Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda sudah memasuki usia ke-38. Ini angka menarik, 3 itu artinya garis yang bertumbuh, dan angka 8 adalah garis yang tak pernah berakhir. Itu artinya YPSIM akan tumbuh terus menerus tak pernah berhenti melahirkan generasi yang menghargai keberagaman multikultural, toleransi, sehat, cerdas, pintar dan berprestasi,” kata Sofyan Tan saat memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan hari ulang tahun YPSIM ke-38 dengan tema Harmoni dan Prestasi, Minggu (24/8).
Perayaan hari ulang tahun diawali dengan kegiatan jalan sehat lebih kurang sejauh 6 kilometer, disambung donor darah, launching maskot Adinara dan Tanaya, launching website, pertandingan liga YPSIM dan lucky draw.
Anggota Komisi X DPR RI itu juga mengumumkan akan rampungnya pembangunan Gedung Universitas Satya Terra Bhinneka berlantai 11 dan 8 pada akhir tahun ini.
Gedung tersebut akan dilengkapi dengan perpustakaan besar dan laboratorium komputer canggih, serta memiliki akses lalu lintas yang lebih baik sehingga kendaraan dapat keluar masuk tanpa macet.
Tak hanya itu, ia juga memperkenalkan Klinik Umum ST Bhinneka yang menghadirkan layanan dokter spesialis anak, kandungan, gigi, ahli gizi hingga psikolog — semuanya diberikan gratis untuk keluarga besar YPSIM.

Baca: Banyu Biru Djarot Dukung Program Kita Indonesia
Sofyan Tan pun mengungkapkan punya cita-cita membangun rumah sakit besar. Sehingga nanti semua lulusan YPSIM dan Universitas Satya Terra Bhinneka bisa bekerja di tempat tersebut.
“Dengan demikian ketika lulusan YPSIM yang sudah bersekolah dan kuliah di sini, nanti akan bekerja di sini juga dan punya anak, anaknya sekolah dan kuliah di sini juga. Artinya kita tidak akan pernah berpisah sebagai keluarga besar," ungkapnya.
Sofyan Tan juga menyampaikan optimismenya bahwa suatu saat dari lingkungan YPSIM yang harmoni, inklusif dan berprestasi, akan lahir pemimpin besar, calon presiden, saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaanya pada 20 tahun yang akan datang.
Dalam kesempatan itu tak lupa Sofyan Tan berterimakasih pada istrinya tercinta, Elinar, yang dulu bersedia menikah dengannya yang masih miskin namun punya cita-cita besar.
Jika saat itu mimpinya tak didukung istri, tidak akan bisa terbangun sekolah dan kampus yang sebesar ini.

















































































