Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi l DPR RI sekaligus Ketua Umum PB Percasi, Grand Master Urut Adianto, mengatakan seminar tentang digitalisasi di catur ini sangatlah penting karena seiring kemajuan perangkat teknologi digitalisasi adalah keniscayaan yang tak terhindarkan.
"Titik beratnya ke ilmunya, kompetensinya. Ngajarin teknik-teknik, ngajarin ilmunya. Karena kita memahami bahwa ke depan digital itu sudah tidak bisa dihindari. Untuk itu kita harus menguasai ilmunya dan memanfaatkannya untuk meningkatkan pembinaan atlet dan aspek lainnya. Digital ini kan bisa mencakupnya lebih cepat. Semua orang juga bisa dapat," kata Utut Adianto, dikutip Rabu (8/4/2026).
PB Percasi menggelar seminar membahas digitalisasi di catur bertajuk "Chess In The Digital Era A Seminar on Management for Administrators" di Artotel Hotel Senayan Jakarta, Sabtu (4/4/2026). Seminar yang diikuti 52 peserta termasuk Women Grand Master (WGM) WGM Enkhtuul Borjigon Altan-Uzli dari Mongolia menghadirkan dua pembicara dari Singapura yakni FST Ignatius Leong dan IA Khor Eng-Yeow.
Melalui seminar ini, kata Utut, PB Percasi ingin mendorong percepatan digitalisasi di catur sekaligus menginspirasi para pengurus, atlet hingga praktis catur khususnya yang berusia muda untuk memahami pentingnya pemanfaatan digital di catur.
Ignatius Leong, salah satu pembicara, menyatakan manfaat digital sangatlah besar. Untuk organisasi, media, komunikasi, pelatih wasit.
"Untuk menghadapi perubahan baru dan mengeksplorasi. Bagaimana kita bisa mencari orang-orang yang lebih muda untuk masuk ke komunitas-komunitas catur," ujar Leong.
Leong meyakini dengan melakukan digitalisasi banyak urusan di catur yang sangat terbantu. Mulai dari urusan registrasi turnamen, pengembangan metode latihan hingga urusan sponsor dan pemasaran.
WGM Enkhtuul Borjigon Altan-Uzli dari Mongolia yang menjadi peserta seminar mengatakan digitalisasi di catur yang dilakukan federasi catur Mongolia berkembang pesat seiring dengan booming e-sport.
"Para pecatur di Mongolia sangat aktif mengikuti turnamen catur online baik di dalam maupun luar negeri. Kami juga sering bekerja sama dengan platform (tautan tidak tersedia) menyelenggarakan turnamen online," ujar Enkzhuul.
Sebagai orang yang tergolong generasi lama, Enkzhuul mengakui ada tantangan tersendiri untuk beradaptasi dengan digitalisasi di catur. Karena itu untuk lebih cepat beradaptasi, ia rajin mengikuti seminar tentang digitalisasi di catur seperti yang digelar PB Percasi hari ini.

















































































