Jakarta, Gesuri.id - Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang mengajak masyarakat di seluruh wilayah Minahasa untuk terus menjaga dan mengembangkan kearifan lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus potensi pariwisata daerah.
“Mari kita lestarikan kearifan lokal di wilayah kita masing-masing. Dengan demikian, kekayaan budaya Minahasa akan menjadi kekuatan yang dapat bertransformasi menjadi daya tarik wisata,” harapnya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Vanda, pelestarian kearifan lokal bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tokoh masyarakat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Berbagai tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat perlu dijaga agar dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia juga menekankan pentingnya setiap individu untuk menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, sosok pemimpin memang dapat menjadi teladan, tetapi akan lebih bermakna apabila masyarakat juga mampu menjadikan dirinya sendiri sebagai inspirasi.
“Sejatinya seorang pemimpin boleh saja dijadikan inspirasi oleh rakyatnya. Namun, akan menjadi lebih bermakna ketika kita semua menjadikan diri kita sendiri sebagai inspirasi bagi orang lain, termasuk bagi anggota keluarga di rumah,” ujar Vanda Sarundajang.
Vanda menilai kekayaan budaya Minahasa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, berbagai kearifan lokal perlu dirawat dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.
Salah satu contoh kearifan lokal yang memiliki potensi tersebut adalah tradisi sangrai atau songara kacang di Kecamatan Kawangkoan. Produk olahan berbahan kacang ini telah dikenal luas, tidak hanya di kalangan masyarakat Kawanua di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga hingga mancanegara.
Menurut Vanda, keberadaan tradisi dan produk lokal seperti sangrai kacang menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, dan sektor pariwisata.
Ia berharap masyarakat terus memiliki rasa bangga terhadap identitas budaya daerah serta aktif menjaga berbagai tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minahasa.
Dengan pelestarian yang dilakukan secara bersama-sama, Vanda optimistis kearifan lokal Minahasa tidak hanya mampu bertahan di tengah perkembangan zaman, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan baru bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

















































































