Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten Yeremia Mendrofa mengatakan, SPPG yang mendistribusikan bahan makanan yang masih mentah, tidak higienis, apalagi tidak layak konsumsi sudah pasti melanggar standar operasional prosedur atau SOP.
“Karena ini kan bisa menyebabkan penyakit atau keracunan bagi penerima manfaat,” kata Yeremia, Minggu, 25 Januari 2026.
Yeremia Mendrofa menilai, menu MBG yang disajikan dalam kondisi mentah bukannya mengandung gizi malah berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Karena itu, lelaki kelahiran Nias 1 September 1976 ini mendorong agar BGN Banten memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang lalai dalam menjalankan SOP yang sudah ditetapkan.
“Oleh karena itu kita mendorong BGN untuk mengevaluasi/ memberi sanksi kepada SPPG tersebut, apalagi kalau berulang. Yang tidak mengikuti SOP dan melakukan seperti yang diberitakan berarti mencoreng pelaksanaan program MBG,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap kegiatan SPPG dalam pengolahan dan pendistribusian makanan agar hal-hal yang seperti itu tidak berulang.
Bila memungkinkan, di lokasi SPPG dipasangi CCTV agar aktivitas terekam dan dapat dipertanggungjawabkan ketika terjadi kesalahan.
Sebelumnya, viral di media sosial menu MBG di SMA Negeri 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, masih dalam kondisi mentah. Salah seorang guru merekam proses pemecahan telur tersebut yang kemudian viral.
“Ini MBG di SMAN 1 Cigemblong (Kabupaten Lebak). Telornya mentah, jagungnya mentah. Piraku kami kudu masak sorangan, siswa kudu masak sorangan di sekolah? Di mana komporna? Iyeu mah ngarang. Ngarang MBG na iyeu mah. Kudu ditutup iyeu mah MBG na moal endah. Kamari haseum makanana, ayeuna atah. Ngaco,” tutur salah seorang guru yang merekam video tersebut.
Menanggapi hal ini, Kepala SPPG Kecamatan Cigemblong Rasudin membenarkan bahwa menu MBG yang disediakan oleh dapur di bawah kewenangan merupakan telur mentah.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemimpin
Setelah diselidiki, akhirnya diketahui bahwa kesalahan terjadi pada saat tim pemorsian mengambil telur mentah yang sudah dicuci ke dalam omprengan. Dia beralasan, warna antara telur yang sudah dicuci mirip dengan telur matang sehingga timnya salah menaruh telur tersebut.
Terkait jagung yang mentah, dia membantah bila jagung tersebut benar-benar mentah. Dia mengklaim sudah mengukus jagung tersebut dengan alat kukus steamer.
Sementara warnanya memang berbeda dengan jagung yang langsung direbus dengan air ketika matang.

















































































