Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menyampaikan duka mendalam atas kejadian meninggal seorang pengemudi usai terjebak macet akibat banjir Jakarta, tepatnya di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, Kamis (22/1).
Diketahui, korban bernama Arohim (51), warga Penjaringan, Jakarta Utara itu mengemudikan mobil Daihatsu Sigra berpelat nomor B 2148 BOK. Momen evakuasi korban sempat beredar viral di media sosial.
"Kami dari DPRD DKI Jakarta mengucapkan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut," kata Yuke, melalui keterangannya, Sabtu (24/1).
Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih
Yuke mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di tengah cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan di Jakarta yang membuat sejumlah ruas jalan dan permukiman terendam. Ia meminta seluruh jajaran dinas, terutama Sumber Daya Air, Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD melakukan mitigasi secara sigap dan tepat.
"Kami minta dinas terkait melakukan penanganan dan mitigasi yang cepat, termasuk antisipasi dalam beberapa hari ke depan di lokasi rawan banjir," ujar Yuke.
Yuke mengatakan mitigasi bencana yang tepat dan cepat diharapkan dapat mengurangi dampak kerugian materil maupun korban jiwa. Selain itu, Yuke mendesak agar dinas terkait dan dapat melakukan deteksi dini di sejumlah daerah rawan longsor.
"Beberapa laporan hari ini seperti di Srengseng Sawah dan lain-lain, banyak yang longsor ini juga harus segera dideteksi biar bisa diantisipasi dan tidak memakan korban," tegas dia.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte
Ia meminta, jajaran Pemprov DKI Jakarta dapat lebih cermat dalam memberikan izin ke pembangunan di daerah rawan.
Kejadian banjir Jakarta dan longsor merupakan sinyal untuk dievaluasi bersama, bagaimana pembangunan di Jakarta harus selaras dengan Rencana Detail Tata Ruang yang sudah ditetapkan.
"Agar cermat dalam memberikan izin membangun di lokasi yg rawan longsor atau sepadan sungai yang ada di Jakarta termasuk di atas saluran air, agar bisa diantisipasi kejadian longsor," katanya.

















































































