Jakarta, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman bakal membuka penjaringan bakal calon.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, Koeswanto mengatakan, berdasarkan hasil rapat ditingkat DIY partainya memprioritaskan mengusung kader internal di gelaran Pilkada 2024.
Adapun di tingkat DPC, nama Danang Maharsa, kader yang kini duduk sebagai Wakil Bupati Sleman juga telah dipanggil.
Baca: Ganjar Ungkap Alasan Tak Hadiri Gelar Griya di Kediaman Megawati

Menurut Koeswanto, pihaknya telah menanyakan ke Danang, siap maju sebagai calon Bupati atau Wakil Bupati.
"Jika Sleman 1 strateginya seperti apa. Persiapannya bagaimana. Termasuk anggarannya seperti apa. Semua dituangkan tertulis agar bisa saya laporkan ke DPD. Saat itu, Danang meminta waktu untuk berembug dengan keluarga," kata Koeswanto, Sabtu (20/4).
DPC PDI Perjuangan Sleman dalam waktu dekat juga akan kembali menggelar rapat untuk meminta jawaban Danang.
Di samping juga sebagai persiapan membuka penjaringan bakal calon yang direncanakan pekan depan untuk memberi kesempatan bagi kader internal maupun eksternal.
Selain Danang Maharsa, di internal PDI Perjuangan Sleman juga mengemuka nama Harda Kiswaya.
Pasalnya, mantan Sekda Sleman itu sebulan yang lalu telah berkirim surat resmi ke DPC PDI Perjuangan Sleman.
Surat tersebut semacam lamaran yang berisi keinginan Harda agar bisa diusung maju sebagai Calon Bupati di Pilkada Sleman 2024.
Menurut Koeswanto, Harda bagi PDI Perjuangan Sleman bukan orang baru. Komunikasi sudah terjalin cukup lama, karena itu lamaran tersebut tetap dipertimbangkan.

Baca: Ganjar-Mahfud Siap Hadapi Sidang Perdana PHPU di MK
"Di Pilkada 2020 lalu, ketika Harda masih promosi calon Sekda, sebenarnya sudah mau diusung PDI Perjuangan. Namun di-stop Ngarso Dalem. Bahkan Harda itu sudah memegang KTA PDI perjuangan," kata dia.
Nantinya, DPP pusat lah yang menentukan rekomendasi.
Misalnya, Danang berminat maju sebagai calon Bupati namun jika di tingkat DPP dengan berbagai pertimbangannya ternyata belum menghendaki maka tidak mungkin direkomendasikan maju Sleman 1. Begitu juga sebaliknya.
"Jadi pada prinsipnya, Danang itu bisa Sleman 1 ataupun Sleman 2. Dan saya rasa, antara Danang dan Harda ini juga sudah saling komunikasi," kata dia.

















































































