Ikuti Kami

Banteng Probolinggo Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

Bagi PDI Perjuangan, kedaulatan tetap berada di tangan rakyat.

Banteng Probolinggo Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam.

Jakarta, Gesuri.id - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo menolak wacana Pilkada dipilih atau diwakili oleh DPR. 

Sikap tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) yang digelar siang ini sebagai bagian dari komitmen partai menjaga marwah demokrasi.

Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan

Bagi PDI Perjuangan, kedaulatan tetap berada di tangan rakyat. Hak masyarakat untuk memilih pemimpin secara langsung tidak boleh dipersempit dengan alasan efisiensi ataupun kepentingan elite tertentu. Demokrasi, menurut partai berlambang banteng tersebut, harus tetap hidup, jujur, dan berpihak kepada wong cilik.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam, menegaskan bahwa wacana tersebut merupakan kemunduran demokrasi yang tidak boleh terjadi.

"Kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan di tangan segelintir elite. Kalau hak memilih ini diambil, maka demokrasi kita sedang ditarik mundur. PDI Perjuangan akan berdiri di barisan depan untuk menolak itu,” tegas Khairul Anam.

Ia menambahkan, sikap ini bukan sekadar pernyataan politik, tetapi dibarengi dengan langkah nyata memperkuat konsolidasi internal partai melalui agenda Musancab dan Musran, sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat aktif di struktur PAC dan Ranting.

Kami ingin anak-anak muda ikut menjaga demokrasi dari dalam partai. Karena masa depan demokrasi ada di tangan generasi muda. Mereka harus berani masuk, berani terlibat, dan berani mengambil peran,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin di Kabupaten Probolinggo, di mana ruang bagi kader muda sudah nyata. Dari 7 kursi Fraksi PDI Perjuangan di DPRD, 6 di antaranya diisi oleh kalangan milenial. Struktur DPC pun didominasi oleh kader muda yang aktif dan progresif.

Baca:9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Rakorcab ini turut dihadiri oleh Korwil dan Pengampu Dapil 3 DPD PDI Perjuangan, Bung Andri Wahyudi dan Mbak Qintharra Ulya Yassifa. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa sikap politik dan agenda konsolidasi Musancab–Musran berjalan terarah, terstruktur, dan terkoordinasi dari tingkat DPC hingga DPD.

Dengan semangat ajaran Bung Karno, “Datangkan padaku 10 pemuda, maka akan aku goncangkan dunia,” PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo optimistis, kekuatan generasi muda akan menjadi penjaga utama demokrasi yang berpihak kepada rakyat.

Quote