Ikuti Kami

Petani di KBB Curhat ke Mahfud MD soal Harga Bibit Mahal dan Tak Ada Subsidi Pupuk, Ini Solusinya..

Para petani bertemu dengan Mahfud MD di Lapangan Ariyanti sehingga mereka pun menyampaikan keluh kesahnya

Petani di KBB Curhat ke Mahfud MD soal Harga Bibit Mahal dan Tak Ada Subsidi Pupuk, Ini Solusinya..
Mahfud MD (kanan) saat berada di Lapangan Ariyanti, Kampung Parigi Lame, RT 02/07, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (10/12/2023).

Bandung Barat, Gesuri.id - Sejumlah petani di Kampung Parigi Lame, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyampaikan curhat ke calon wakil presiden nomor 3, Mahfud MD, Minggu (10/12/2023).

Para petani tersebut bertemu dengan Mahfud MD di Lapangan Ariyanti sehingga mereka pun menyampaikan keluh kesahnya terkait kondisi pertanian.

Seorang petani, Ayi Sutisna (53), mengatakan, ia hadir saat Mahfud MD berkunjung ke kampung halamannya itu karena ingin menyampaikan keluhan untuk mewakili semua petani kecil lainnya yang ada di wilayah KBB.

"Keluhannya itu mahalnya alat pertanian, langkanya obat-obatan untuk pertanian, dan mahalnya bibit. Jadi itu semua yang dirasakan petani kecil di KBB," ujar Ayi saat tanya jawab dengan Mahfud MD di Ciwaruga.

Ayi berharap pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 ini bisa memberikan solusi soal keluhan petani di KBB dan daerah lainnya jika nanti mereka terpilih menjadi presiden dan wakil presiden RI.

"Kalau Bapak dan Pak Ganjar ditakdirkan jadi presiden dan wakil presiden, jangan lupa ke petani KBB," kata Ayi.

Petani lainnya, Usep (55), mengatakan, saat ini petani sayuran dan buah-buahan di Parongpong, Cisarua, dan Lembang tidak mendapat subisidi pupuk sehingga Mahfud MD diharapkan bisa menyelesaikan masalah ini.

"Jadi adanya hanya subsidi pupuk untuk padi, padahal di sini tidak ada pertanian padi."

"Jadi kami petani sayuran, bunga, dan buah, kurang pupuk subsidi," ucap Usep.

Mahfud MD langsung mencatat semua keluhan petani tersebut dan pihaknya akan langsung mencarikan solusinya agar masalah para petani itu bisa diselesaikan.

"Soal bibit mahal, alat pertanian mahal, tidak ada pupuk subsidi semua sudah kami catat," ujar Mahfud MD.

Ia mengatakan, pihaknya berjanji akan memetakan permasalahan agar nantinya bisa dicarikan cara-cara supaya harga bibit dan pupuk itu bisa lebih murah.

"Misalnya bisa dari rantai pasok dan sebagainya," katanya.

Quote