Ikuti Kami

Tanggapi Hendri Satrio, Alvin: Megawati Adalah Mercusuar Harapan dan Penjaga Api Idealisme Bangsa

Alvin menilai pandangan Hendri mengenai soliditas partai adalah titik awal dari gelombang kerinduan publik yang lebih besar.

Tanggapi Hendri Satrio, Alvin: Megawati Adalah Mercusuar Harapan dan Penjaga Api Idealisme Bangsa
Kader Muda PDI Perjuangan sekaligus pendiri komunitas gaming PINCU, Alvin Cahya Pratama Marsan. (istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Kader Muda PDI Perjuangan sekaligus pendiri komunitas gaming PINCU, Alvin Cahya Pratama Marsan, memberikan tanggapan strategis terkait analisis pengamat politik Hendri Satrio yang memprediksi peluang kembalinya Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2029. 

Alvin menilai pandangan Hendri mengenai soliditas partai adalah titik awal dari gelombang kerinduan publik yang lebih besar.

Alvin sepakat dengan analisis Hendri Satrio bahwa Megawati adalah figur tunggal yang mampu menjaga stabilitas internal. Namun, Alvin menambahkan bahwa urgensi kehadiran Megawati lebih dari sekadar strategi pemenangan.

"Apa yang disampaikan Bung Hendri Satrio mengenai peluang Ibu Mega adalah fakta yang tak terbantahkan secara konstitusi maupun politik. Namun bagi kami yang di akar rumput, kehadiran beliau adalah soal menjaga api idealisme. Di tengah kerinduan akan sosok yang memiliki jam terbang tinggi, nama Ibu Megawati kembali bersinar sebagai mercusuar harapan," ujar Alvin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Menanggapi dinamika rivalitas, Alvin menekankan majunya Megawati justru akan mendinginkan tensi politik nasional. 

"Jika amanah ini kembali dipikul beliau, akan tercipta sinergi positif bagi demokrasi. Hubungan baik Ibu Mega dengan Bapak Prabowo Subianto adalah jaminan bahwa kompetisi 2029 akan berjalan sejuk, damai, dan mengutamakan martabat serta kepentingan rakyat di atas segalanya," tambah pendiri komunitas gaming PINCU ini.

Hal yang luput dari amatan banyak pakar, namun disoroti tajam oleh Alvin, adalah fenomena sosiokultural di kalangan anak muda. Alvin membedah bagaimana diksi 'Mega-chan' di media sosial menjadi bukti nyata efektivitas magnet politik Megawati.

"Para pakar mungkin bicara angka, tapi kami melihat rasa. Di kalangan Gen Z, Ibu Mega akrab disapa dengan sebutan 'Mega-chan'. Penggunaan akhiran kehormatan kasual ini menunjukkan kasih sayang dan kesan bahwa anak muda merasa 'sefrekuensi' dengan beliau. Mereka menganggap Ibu Mega dekat dan menyayangi mereka. Inilah alasan mengapa coattail effect beliau akan sangat luar biasa di 2029," jelas kader muda PDI Perjuangan ini.

Menutup tanggapannya terhadap diskursus yang digulirkan Hendri Satrio, Alvin menegaskan posisi kader muda untuk tetap tegak lurus. 

"Bagi kami, Megawati tetaplah pelabuhan bagi hati nurani politik Indonesia. Satu komando, satu tujuan. Kami siap menyongsong masa depan dengan kematangan kepemimpinan beliau," pungkasnya.

Quote