Ikuti Kami

Air Mata Haru Safaruddin Kenang Luther Kombong

Mengenang ketokohan Luther Kombong, air mata haru Cawagub Kaltim Safaruddin tak terbendung.

Air Mata Haru Safaruddin Kenang Luther Kombong
Safaruddin hadiri prosesi pemakaman Luther Kombong

Jakarta, Gesuri.id - Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Safaruddin meneteskan air matanya saat mengenang sosok Luther Kombong tatkala menghadiri kegiatan proses pemakaman di Rambu Solo di Tongkonan Sangtorayan Kilometer 9 Loa Janan, Jalan Poris Samarinda Balikpapan, Jumat (27/4).

Perlu diketahui, Luther Kombong merupakan tokoh asal Toraja yang tinggal di Kaltim. Luther sendiri pengusaha sukses di Kaltim dan pernah mencalonkan sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur mendampingi mantan Walikota Tarakan, Jusuf SK. Dia meninggal pada Juni tahun lalu, namun acara pemakamannya baru dilakukan sesuai budaya Toraja, kemarin.

Safaruddin dalam mengenangnya penuh haru. Semenit dia hanya berdiri terdiam memandang kosong dan berusaha menahan kesedihan. Terlihat Calon Gubernur Kaltim nomor urut 4 Rusmadi Wongso juga turut hadir dalam acara teresbut.

"Saya mohon maaf," ucap Safaruddin usai menyapu air mata di pipinya.

Baca: Safaruddin Siap Atasi Masalah Pasar Tradisional

 Safaruddin mengungkapkan kesedihanya itu saat dia bercerita bercerita pernah satu pesawat dengan Luther Kombong ketika menuju kota Balikpapan. Sepanjang waktu di pesawat, Luther berdiskusi panjang dengannya tentang daerah Kaltim.

 "Mulai dari take off sampai mendarat di landasan, kami berdiskusi tak berhenti," sebutnya dengan bersemangat.

Luther, kenangnya, adalah sosok yang mendorongnya maju sebagai calon kepala daerah di Kaltim. Padahal, pada waktu itu, Safaruddin ingin pensiun usai menjabat Kapolda Kaltim.

"Bapak Luther ada tiga kali datang ke kantor Polda Kaltim," tukasnya.

Safaruddin berdiskusi dengan Luther karena sesama orang Sulawesi. Hal itu membuatnya tergugah dengan keadaan Kaltim yang harus mulai dibangun. 

"Kalau bukan Bapak yang dari Sulawesi, siapa lagi mau memimpin Kaltim ini kata Bapak Luther kepada saya," katanya.

Baca: Safaruddin Akan Jadikan Jalan Provinsi Mulus

Usai memberi sambutan, Rusmadi dan Safaruddin diajak keluarga Luther Kombong, yaitu Ronald Luthfiyanto dan Novi Luthsiyant menuju makam yang berada di atas bukit.

 Lantas Ronald bercerita, sebagian lahan dari areal dekat pemakaman Luther Kombong diwakafkan kepada Yayasan untuk dibangun seperti convention hall atau lapangan perayaan adat Toraja.

 "Dengan ada lahan diwakafkan bapak (Luther Kombong). Bisa digunakan orang suku Tator membuat acara adat tanpa harus ke Sulawesi," tutupnya.

Quote