Ikuti Kami

10 Hari Terakhir Ramadan, Rokhmin Dahuri Ajak Umat Islam Maksimalkan Ibadah

Momen ini menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk meraih keberkahan, termasuk malam yang lebih baik dari seribu bulan.

10 Hari Terakhir Ramadan, Rokhmin Dahuri Ajak Umat Islam Maksimalkan Ibadah
Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, mengajak umat Islam memaksimalkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 H/2026 M yang diyakini sebagai periode paling mulia dalam bulan suci.

Ia menilai momen ini menjadi kesempatan besar bagi umat Muslim untuk meraih keberkahan, termasuk malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.

“Ada satu malam yang disebut dalam Al-Qur’an, lebih baik dari seribu bulan. Momen itu adalah malam Lailatul Qadar,” ujarnya, dalam pesan Ramadan, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Rektor Universitas UMMI Bogor itu mengingatkan umat Islam untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ia menganjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdoa dengan penuh kekhusyukan, serta berbagi rezeki kepada sesama.

“Sepuluh hari terakhir disebut sebagai hari-hari pembebasan dari api neraka. Semoga kita termasuk orang-orang beruntung yang mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat,” tutur Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University.

Dalam pesannya, Rokhmin Dahuri bahkan menyebut sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.

“Bayangkan, satu malam bisa mengalahkan seribu bulan. Kalau ini bukan diskon surga, lalu apa?” ujarnya sambil menekankan pentingnya memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berbagi rezeki.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta serta meningkatkan kepedulian kepada sesama.

“Harapan yang paling suci, yang paling benar adalah harapan seseorang hamba muslim agar di akhirat kelak bisa menjadi penghuni Surga, terhindar dari siksa api neraka. Sehingga di dunia tetap selamat. Menjadi presiden pun bukan untuk gagah-gagahan tetapi dalam rangka mendapatkan mardhatillah dan mencoba menjadikan Indonesia yang baldatun toyyobatun warobun ghofur,” ucapnya.

Rokhmin Dahuri menjelaskan, malam Lailatul Qadar menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memohon ampunan serta keberkahan dari Allah SWT. Ia pun mengutip doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam tersebut.

“Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tu-Hibbul ‘Afwa Fa’fu Annii'. Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku,” ucap Prof Rokhmin Dahuri mengutip berdasarkan riwayat Imam At-Tirmidzi.

Di bulan suci ini, Ketua Umum Dulur Cirebonan itu juga mengajak umat Islam untuk menjaga alam sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Insya Allah dekat dengan Al-Quran membuat kehidupan kita menjadi mulia,” tutur pria kelahiran Gebang itu.

Dalam kesempatan tersebut, Rokhmin Dahuri berharap umat Islam dapat meneladani sifat-sifat utama Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Dan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup agar kita bahagia dan selamat di dunia maupun di akhirat,” ujar anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Pusat 2022–2026 itu.

Ia pun menutup pesannya dengan doa agar umat Islam mampu memaksimalkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan dan meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

“Ya Allah, masukkan kami ke dalam sepuluh hari terakhir Ramadan dengan hati yang khusyuk, semangat yang tinggi, dan penuh keikhlasan. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan. Aamiin,” pungkas Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 itu.

Quote