Ikuti Kami

I Nyoman Parta: Dedikasi Para Seniman Ogoh-Ogoh Menjaga Denyut Kehidupan Budaya Bali

Parta menyaksikan langsung proses kreatif dua seniman yang kerap dibandingkan oleh publik, yakni Marmar dan Kedux.

I Nyoman Parta: Dedikasi Para Seniman Ogoh-Ogoh Menjaga Denyut Kehidupan Budaya Bali
Dalam kunjungannya ke lokasi pembuatan ogoh-ogoh di wilayah Ubud, Parta menyaksikan langsung proses kreatif dua seniman yang kerap dibandingkan oleh publik, yakni Marmar dan Kedux.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Nyoman Parta, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para seniman ogoh-ogoh yang dinilainya terus menjaga denyut kehidupan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Dalam kunjungannya ke lokasi pembuatan ogoh-ogoh di wilayah Ubud, Parta menyaksikan langsung proses kreatif dua seniman yang kerap dibandingkan oleh publik, yakni Marmar dan Kedux. Keduanya dinilai memiliki pendekatan berbeda, namun sama-sama menunjukkan totalitas luar biasa dalam berkarya.

“Marmar masih sangat setia di jalur tradisi, sementara Kedux cenderung ke arah kontemporer dengan adaptasi teknologi. Tapi keduanya adalah seniman hebat yang layak diteladani,” ujar Parta dalam keterangannya seperti dikutip media sosial miliknya, dikutip Sabtu (21/3/2026).

Ia mengaku datang pada waktu yang tidak biasa, bahkan menjelang dini hari, saat sebagian besar orang beristirahat. Namun, justru di waktu tersebut ia melihat semangat luar biasa dari para seniman dalam merampungkan karya mereka.

“Saya datang saat dini hari menjelang ayam berkokok, tapi semangat mereka tidak mengenal lelah. Ini adalah totalitas yang membara,” ungkapnya.

Menurut Parta, ogoh-ogoh tidak bisa hanya dipandang sebagai karya visual semata. Lebih dari itu, ia menyebut ogoh-ogoh sebagai representasi nilai spiritual dan filosofi mendalam masyarakat Bali.

“Ogoh-ogoh bukan sekadar patung. Ia membawa pesan spiritualitas yang dalam. Bahwa kebudayaan Bali yang adiluhung tidak jatuh dari langit, melainkan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia Bali secara kolektif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghargai perbedaan gaya dalam berkesenian, baik yang berbasis tradisi maupun yang mengarah pada inovasi kontemporer. Menurutnya, dinamika tersebut justru memperkaya khazanah budaya Bali.

“Apapun wujud ogoh-ogohnya, pasti akan memunculkan persepsi yang berbeda. Tapi di situlah kekayaan budaya kita,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Parta menyampaikan penghargaan khusus kepada kedua seniman tersebut yang dinilainya telah memberikan kontribusi besar bagi pelestarian budaya Bali.

“Dua jempol untuk Marmar dan Kedux. Bali beruntung punya kalian. Tetap sehat dan terus berkarya,” pungkasnya.

Quote