Minahasa Utara, Gesuri.id - Bupati Minahasa Utara yang juga politisi PDI Perjuangan Joune Ganda, menegaskan pentingnya pembentukan karakter generasi muda dalam pelaksanaan karantina 20 finalis Pemilihan Remaja Teladan (Retel) GMIM Wilayah Minawerot tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Sutanraja.
“Di era digital dengan berbagai pengaruh seperti media sosial hingga ancaman negatif seperti judi online, remaja harus dibekali dengan iman yang kuat. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas sebagai murid Kristus,” katanya, Selasa (24/3).
Atmosfer penuh semangat dan harapan menyelimuti pelaksanaan karantina yang digelar selama tiga hari, 20–22 Maret 2026 tersebut. Kegiatan ini menjadi fase krusial dalam membentuk generasi muda yang berintegritas.
Para finalis yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri terbaik ini sebelumnya telah melewati seleksi ketat, mulai dari tahap daring hingga wawancara.
Kini, mereka ditempa dalam karantina yang dirancang bukan hanya untuk mengasah kemampuan, tetapi juga memperkuat karakter dan spiritualitas.
Selama karantina, peserta menerima pembekalan beragam materi penting, seperti pelatihan penginjilan EE4G, pemahaman kecerdasan buatan (AI) dalam perspektif remaja Kristen, hingga penguatan wawasan organisasi, kepemimpinan, dogma gereja, serta etika pergaulan remaja.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari berbagai pihak yang turut mendorong suksesnya penyelenggaraan kegiatan.
Setelah menyelesaikan masa karantina, para finalis akan menghadapi tahapan lanjutan berupa tes kompetensi, termasuk penulisan dan presentasi jurnal bertema keremajaan serta kemampuan berkhotbah.
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan mencapai puncaknya pada Malam Final yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2026 di Jemaat Paulus Kauditan.

















































































