Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Benhur Tomi Mano, menegaskan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marthen Indey bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap cita-cita para pendiri bangsa. Hal itu disampaikannya saat memimpin ziarah dan tabur bunga di makam Marthen Indey bersama istrinya, Ny. Agustina H. Indey, di Kampung Sabron Sari, Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Senin (29/6/2026).
“Hari ini kita bersama-sama berziarah untuk mengenang jasa salah satu putra terbaik Papua, Pahlawan Nasional Marthen Indey. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menundukkan kepala, merenungkan sejarah, dan meneguhkan komitmen terhadap cita-cita perjuangan bangsa,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang meliputi Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, serta Hari Wafat Bung Karno pada 21 Juni. Ziarah diikuti jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Papua, Fraksi PDIP DPR Papua, pengurus DPC Kota dan Kabupaten Jayapura, pengurus PAC, kader, simpatisan partai, serta keluarga ahli waris Marthen Indey.
Benhur menyebut Marthen Indey sebagai salah satu putra terbaik Papua yang memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan memperkuat persatuan bangsa. Menurutnya, jasa dan pengorbanan Marthen Indey yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1993 harus terus dikenang oleh generasi penerus.
“Pesan Bung Karno sangat relevan bagi kita di Papua. Perjuangan para pendahulu harus menjadi sumber inspirasi untuk membangun Papua yang maju, adil, berdaulat, dan sejahtera,” katanya.
Ia menambahkan, semangat pengabdian yang ditunjukkan Marthen Indey harus menjadi teladan bagi seluruh kader PDI Perjuangan maupun masyarakat Papua dalam membangun daerah dan menjaga persatuan bangsa.
“Kita tidak hanya mengenang, tetapi juga harus meneladani semangat pengabdian kepada rakyat. Kecintaan kepada tanah kelahiran harus diwujudkan melalui kerja nyata, persatuan, dan pengorbanan untuk kepentingan yang lebih besar,” ujarnya.
Benhur juga mengajak seluruh kader dan masyarakat Papua untuk terus mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga persatuan dalam keberagaman sebagai wujud nyata menghargai perjuangan para pahlawan.
“Melalui ziarah ini, saya mengajak seluruh kader PDI Perjuangan dan masyarakat Papua untuk terus merawat semangat nasionalisme dan menjaga warisan perjuangan para pahlawan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Papua melaksanakan upacara penghormatan yang diawali dengan mengheningkan cipta, dilanjutkan peletakan karangan bunga oleh Benhur Tomi Mano bersama Sekretaris DPD Surya Ibrahim, kemudian tabur bunga oleh jajaran pengurus partai, anggota Fraksi PDIP DPR Papua, kader, dan simpatisan. DPD PDI Perjuangan Papua juga menyerahkan bingkisan berupa bahan makanan kepada keluarga ahli waris Marthen Indey sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Bulan Bung Karno Joni Y. Betaubun menjelaskan bahwa seluruh rangkaian ziarah telah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya melalui koordinasi dengan keluarga ahli waris.
“Sejak beberapa hari lalu kami sudah berkoordinasi dengan keluarga. Pembersihan area makam dilakukan pada Jumat hingga Minggu, sehingga hari ini kita bisa melaksanakan puncak kegiatan ziarah dengan baik,” ujarnya.
Menurut Joni, selain ziarah dan tabur bunga, PDI Perjuangan Papua juga menyerahkan bingkisan kasih kepada keluarga sebagai bentuk perhatian. Ia menilai momentum wafatnya Marthen Indey yang berlangsung pada bulan Juni memiliki keterkaitan historis dengan Bulan Bung Karno karena keduanya sama-sama mewariskan semangat perjuangan bagi bangsa Indonesia.
“Kita melihat ada semangat yang sama antara Bung Karno dan Pahlawan Nasional Marthen Indey dalam memperjuangkan bangsa dan negara,” kata Ketua Komisi IV DPR Papua itu.

















































































