Jakarta, Gesuri.id - Dalam suasana penuh keakraban dan kehangatan, keluarga besar Haji Memet dan Ibu Cici berkumpul dalam acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Nadziv, Direktur PT. Delapan Delapan Logistik, Selasa (24/3). Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, ukhuwah, dan spiritualitas di tengah masyarakat.
Momen semakin bermakna ketika Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Pembina Ikhwanul Mubalighin Indonesia, hadir memberikan nasihat penuh hikmah dalam prosesi taaruf Ananda Evif dan Ananda Nafisya.
Dalam pesannya, beliau menegaskan pernikahan yang diniatkan karena Allah SWT adalah bagian dari penyempurnaan agama. Harapannya, kedua mempelai kelak menjadi pasangan yang saleh dan salihah, membangun rumah tangga yang kokoh di atas landasan iman dan takwa.
"Alhamdulillah, dalam suasana hangat Halal Bihalal keluarga besar Bapak Haji Memet dan Ibu Cici yang diselenggarakan oleh Bapak Nadziv (Direktur PT. Delapan Delapan Logistik), saya berkesempatan menyampaikan nasihat pada momen taaruf Ananda Evif dan Ananda Nafisya di Kuningan," ujar Prof. Rokhmin Dahuri.
Lebih jauh, Rektor Universitas UMMI Bogor ini mengingatkan keberhasilan menjalani ibadah Ramadan tidak hanya diukur dari ritual ibadah semata, tetapi dari sejauh mana nilai-nilainya hidup dalam keseharian.
Enam nilai utama yang beliau tekankan meliputi:
1. Takwa, sebagai fondasi utama kehidupan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
2. Kejujuran, membentuk integritas diri dalam setiap tindakan.
3. Berbagi, menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas.
4. Sabar, menjadi kunci menghadapi ujian kehidupan dengan keteguhan hati.
5. Ukhuwah, mempererat hubungan sosial dan menjaga persatuan di tengah perbedaan.
6. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, menjadikan nilai-nilai ilahi sebagai arah dalam setiap keputusan.
"Semoga nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa yang berakhlak serta penuh keberkahan," tandasnya.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 - 2004 itu, nilai-nilai tersebut bukan hanya untuk ibadah personal, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun keluarga, masyarakat, bahkan bangsa yang kuat dan berakhlak.
"Pernikahan yang diniatkan karena Allah SWT adalah bagian dari menyempurnakan agama, dengan harapan lahir keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Ramadan juga mengajarkan nilai-nilai penting bagi kehidupan: takwa, kejujuran, berbagi, sabar, ukhuwah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup," tuturnya.
Pesan ini seakan meneguhkan bahwa spiritualitas Ramadan harus terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, menjelma menjadi energi kebersamaan dan kekuatan moral bangsa.
Acara Halal Bihalal ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Nuzul Rachdy, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan; Hj. Ika Siti Rahmatika, tokoh sosial dan politik; KH. Oyo Yahya, tokoh agama; KH. Damanhuri, pengurus PCNU Kabupaten Kuningan; Ust. Riyan Amirudin, pendakwah muda; serta Rohaman, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kuningan. Kehadiran mereka memperkuat makna silaturahmi, menjadikan acara ini bukan hanya pertemuan keluarga, tetapi juga forum kebersamaan lintas tokoh masyarakat, agama, dan politik.
Dengan suasana hangat penuh kekeluargaan, Halal Bihalal ini menjadi simbol nyata bahwa silaturahmi adalah jembatan untuk memperkuat persaudaraan, meneguhkan nilai-nilai Ramadan, dan membangun harapan akan masa depan keluarga serta bangsa yang lebih baik.

















































































