Jakarta, Gesuri.id - Gelaran Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tahun 1447 Hijriah resmi berakhir, Senin (16/3). Masjid As-Salaam yang terletak di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, menjadi saksi penutupan rangkaian kegiatan religi yang dipimpin langsung oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten atau akrab disapa Afa.
Suasana penutupan terasa sangat emosional sekaligus akrab, mengingat Kelapa Kampit merupakan kampung halaman sang bupati. Di hadapan jemaah, Afa mengawali sambutannya dengan sentilan ringan kepada jajarannya mengenai infrastruktur di sekitar masjid yang menurutnya harus segera dibenahi sebelum Lebaran tiba.
"Jalan di depan banyak retak-retak, saya minta segera ditambal. Jangan sampai orang sedang khusyuk salat, tiba-tiba ada suara "gedebuk" dari mobil lewat karena jalan rusak. Itu sangat tidak baik," ujarnya.
Tak hanya soal jalan, Afa juga menginstruksikan camat dan kades setempat untuk memperhatikan saluran air di sekitar pemukiman warga sebelum musim hujan tiba.
"Jangan tunggu banjir baru diberesin. Di sini langganannya banjir, tolong sambil nunggu Lebaran ini saluran airnya dibereskan," ucapnya.
Afa merefleksikan perjalanan Safari Ramadan tahun ini yang dinilai sangat istimewa karena menjangkau pulau-pulau terpencil. Di bawah tagline Yakin Ada Jalan, ia menceritakan perjuangan tim menembus ombak kencang demi bertemu masyarakat di Pulau Batun, Pulau Long, hingga Pulau Ketapang.
"Setahu saya, sejak kabupaten ini terbentuk, baru dua kali kita Safari Ramadan sampai ke pulau. Tahun ini kita ke Pulau Batun, ombak begitu kencang, tapi karena kita tulus ikhlas, akhirnya semua sehat dan kembali tanpa hambatan," ungkapnya.
Afa membagikan momen mengharukan saat ia menginjakkan kaki di pulau-pulau tersebut. Ia bercerita bagaimana masyarakat di sana merasa sangat terabaikan selama belasan tahun sebelum akhirnya dikunjungi oleh pimpinan daerah.
"Masyarakat di sana memeluk kami. Mereka bilang, sudah 15 tahun tidak melihat muka bupati datang ke sana. Mereka bahkan bertanya, apakah sinyal internet hanya ada saat bupati datang saja? Saya tegaskan itu no limit. Gratis dan akan terus ada," ujarnya.
Afa mengatakan kehadiran pemerintah di pulau bukan sekadar jalan-jalan, melainkan untuk memastikan bahwa warga kepulauan mendapatkan hak yang sama dengan warga di daratan. Ia menekankan status KTP warga pulau sama dengan warga daratan, sehingga perjuangan untuk mereka pun harus setara.
Penutupan Safari Ramadan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi penceramah Try Mario Sandy. Afa memuji gaya ceramah Ustaz Mario yang menyejukkan dan memberikan nasihat baik tanpa harus menjelek-jelekan pihak lain.
"Beliau ini teman lama, ilmunya baik. Selalu memberi nasehat yang baik, bukan rajin ngejelek-jelekin orang yang bisa bikin kita pening kita dengarnya," jelas Afa.
Afa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang setia mendampingi selama berkeliling ke tujuh kecamatan dan pulau-pulau Batun di Belitung Timur selama bulan suci ini.
Tepat sebelum waktu berbuka puasa tiba, Bupati Kamarudin Muten secara resmi menyatakan rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tahun 1447 Hijriah ditutup. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan ramah tamah dengan masyarakat Desa Mayang.

















































































